Pendapatan di 2025 Merosot, Laba Ramayana (RALS) Turun Jadi Rp265,29 Miliar

rals
PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp265,29 miliar atau menurun 15,5 persen dibandingkan capaian di Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp314,06 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan RALS untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Ramayana Makmursentosa ini mencatatkan total pendapatan Rp2,37 triliun atau merosot 14,3 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 mencapai Rp2,76 triliun.

Penurunan omzet tersebut diakibatkan adanya kontraksi pada dua sumber pendapatan utama sekaligus, yaitu penjualan barang beli putus melorot 16,3 persen (year-on-year) menjadi Rp1,72 triliun, serta komisi penjualan konsinyasi merosot 8,4 persen (y-o-y) menjadi Rp642,94 miliar.

Seiring dengan penurunan total pendapatan, RALS mencatatkan beban pokok penjualan barang beli putus di 2025 senilai Rp1,13 triliun atau lebih rendah 17,6 persen (y-o-y). Dengan demikian, laba bruto di sepanjang tahun lalu menjadi Rp1,24 triliun atau menurun 11 persen (y-o-y).

Pada periode Januari-Desember 2025, laba usaha Ramayana terperosok 23,5 persen (y-o-y) menjadi Rp195,58 miliar. Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan tercatat Rp288,52 miliar alias melorot 19 persen dibandingkan periode Januari-Desember 2024 sebesar Rp356,34 miliar.

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 2025 sebesar Rp23,24 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan emiten department store ini menjadi Rp265,29 miliar atau mengalami penurunan 15,5 persen dibandingkan pada Tahun Buku 2024.

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas RALS per 31 Desember 2025 tercatat Rp3,49 triliun atau merosot 2,4 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp3,58 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp1,27 triliun atau bisa ditekan 7,6 persen (y-o-y), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek Rp774,07 miliar.

Per 31 Desember 2025, total aset tercatat Rp4,77 triliun atau mengalami penurunan 3,8 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp1,47 triliun atau melonjak 41,7 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang senilai Rp1,03 triliun. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top