
RollingStock.ID – Pendapatan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) untuk Tahun Buku 2026 diproyeksikan mencapai USD51,9 juta atau menurun 6,65 persen dibandingkan dengan pendapatan di sepanjang 2025 yang diperkirakan USD55,6 juta.
Proyeksi tersebut seperti disampaikan dalam hasil riset terbaru Tim Analis PT Henan Putihrai Sekuritas yang dikutip Minggu (11/1). Perkiraan terjadinya penurunan omzet RATU itu karena ada tekanan dari penurunan kapasitas produksi di Blok Jabung, meskipun kontribusi produksi di Blok Cepu lebih stabil.
Tim Riset HP Sekuritas menilai bahwa proyeksi tersebut tetap mencerminkan fundamental anak perusahaan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) ini yang tetap terjaga melalui optimalisasi aset eksisting dan strategi ekspansi yang berjalan secara bertahap.
“Kami memproyeksikan pendapatan di 2026 sebesar USD51,9 juta, adjusted EBITDA sebesar USD52,6 juta dan laba bersih sebesar USD32,7 juta,” demikian disampaikan Tim Riset HP Sekuritas.
Tim riset memperkirakan, pendapatan di 2025 bisa mencapai USD55,6 juta dan tetap disertai dengan peningkatan profitabilitas. Adjusted EBITDA RATU diprediksi sebesar USD31,5 juta dan laba bersih senilai USD15,9 juta. Kondisi ini menunjukkan, RATU bisa menjaga kinerja bottom line, meskipun revenue menurun.
Secara operasional, Blok Cepu menjadi penopang utama kinerja emiten milik pengusaha Hapsoro “Happy” Sukmonohadi tersebut. Produksi di blok ini meningkat hingga pertengahan tahun lalu dan sempat mencapai puncaknya 169 ribu barel minyak per hari pada Agustus 2025 atau melampaui target sekitar 120-140 ribu barel per hari
Sementara itu, Blok Jabung masih menghadapi tekanan produksi akibat aktivitas pemeliharaan sumur eksisting dan penurunan alami reservoir. Rencana eksplorasi sumur baru di blok ini dijadwalkan pada 2027, sehingga kontribusi Jabung dalam jangka pendek diprediksi masih terbatas dan menjadi salah satu faktor yang menahan pertumbuhan pendapatan di 2026.
Secara valuasi yang didasari proyeksi 2026, Tim Riset HP Sekuritas mencatat, saham emiten milik pengusaha Hapsoro “Happy” Sukmonohadi ini diperdagangkan pada kisaran 33,9 kali EV/EBITDA dan sebanyak 42,7 kali price to earnings ratio (PER), dengan price to book value (PBV) sebanyak 22 kali.
Valuasi saham perusahaan miliki suami dari politikus Puan Maharani ini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap prospek jangka panjang RATU, terutama dari aset strategis di Blok Cepu, serta potensi pengembangan usaha melalui anak perusahaan baru yang sudah didirikan perseroan.
Dengan mempertimbangkan proyeksi pendapatan 2026 sebesar USD51,9 juta, perbaikan laba bersih dan dukungan produksi dari Blok Cepu, Tim Analis HP Sekuritas beranggapan bahwa RATU tetap memiliki fundamental yang relatif solid, meskipun tetap sensitif terhadap fluktuasi harga komoditas, risiko operasional migas dan perubahan regulasi di sektor energi. (*)
Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary
