
RollingStock.ID – PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk (LMAX) melaporkan, total penjualan di periode Januari-November 2025 melorot menjadi Rp63,47 miliar atau anjlok 18,9 persen dibandingkan dengan realisasi di sepanjang 2024 yang sebesar Rp78,25 miliar.
Berdasarkan keterangan resmi LMAX di dalam Materi Public Expose Insidentil 2026, penurunan tajam tersebut terutama dipengaruhi pelemahan kinerja di sejumlah wilayah distribusi, khususnya area Jawa, Bali dan Lombok yang selama ini menjadi kontributor terbesar.
LMAX akan menggelar Public Expose Insidentil pada Senin, 19 Januari 2026 atas permintaan dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Sekadar informasi, pada penutupan perdagangan Kamis (15/1) saham LMAX berada di level 206 atau melemah 8,85 persen. Namun, selama sebulan terakhir sudah melonjak 68,85 persen dan bahkan dalam tiga bulan tercatat melambung 190,14 persen.
Lebih lanjut manajemen Lupromax menyampaikan, penjualan pelumas di Jawa, Bali dan Lombok per 30 November 2025 sebesar Rp42,39 miliar atau sebesar 66,8 persen dari total penjualan. Jika dibandingkan dengan capaian di 2024 sebesar Rp56,78 miliar, area distribusi ini mengalami penurunan hingga 25,34 persen.
Penurunan di wilayah tersebut menjadi faktor paling dominan yang menekan kinerja penjualan LMAX di periode 11M25. Sementara itu, area Sumatera justru mencatatkan kinerja positif atau meningkat 34,3 persen dari Rp10,4 miliar pada 2024 menjadi Rp13,97 miliar per 30 November 2025.
Area Sumatera sebagai satu-satunya wilayah dengan pertumbuhan signifikan dan penopang utama di tengah penurunan penjualan LMAX secara nasional. Untuk wilayah Kalimantan mengalami penurunan cukup tajam sebesar 42,1 persen dari Rp7,96 miliar pada 2024 menjadi Rp4,61 miliar per 30 November 2025.
Wilayah Sulawesi hanya mencatatkan penjualan Rp2,5 miliar atau melorot 19,55 persen dibandingkan dengan realisasi penjualan di sepanjang 2024 yang sebesar Rp3,11 miliar. Area menjadi kontributor terendah atau hanya sebesar 3,9 persen dari total penjualan Lupromax.
Meskipun LMAX masih bertumpu pada kekuatan pasar Jawa, Bali dan Lombok sebagai kontributor terbesar, namun performa di Sumatera yang bertumbuh lebih dari 30 persen memberikan sinyal positif dan peluang bagi perseroan untuk memperkuat strategi ekspansi regional. (*)
Penulis: Satya Darmawan
Editor: Milva Sary
