PGEO Kantongi Penugasan Awal PSPE Cubadak Panti, Potensi Capai 77 MWe

pgeo2
Ilustasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) resmi sebagai calon pelaksana Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) wilayah panas bumi Cubadak Panti setelah memenangkan proses seleksi kompetitif yang dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Berdasarkan keterbukaan informasi PGEO yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/1), wilayah PSPE Cubadak Panti berada di Pasaman dan Pasaman Barat, Sumatra Barat, dengan luas area mencapai 29.897 hektare. Mengacu pada data awal, wilayah ini diperkirakan memiliki potensi cadangan panas bumi kategori possible reserves sebesar 77 megawatts electric (MWe).

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGEO, Edwil Suzandi menyampaikan, penugasan PSPE ini membuka peluang bagi perseroan untuk menambah cadangan sumber daya panas bumi di luar potensi wilayah kerja panas bumi eksisting sebesar 3 gigawatt. Edwil menyebutkan, penugasan ini untuk mendukung program percepatan transisi energi, mendorong dekarbonisasi dan meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi Indonesia.

Proses pemilihan calon pelaksana PSPE mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penugasan Survei Pendahuluan dan Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi Panas Bumi, yang berpedoman pada Dokumen Pemilihan PSPE Panas Bumi.

Saat ini PGEO mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 megawatt (MW) dari enam wilayah operasi yang dikelola secara mandiri. Selain itu, emiten di bawah kendali PT Pertamina Power Indonesia ini juga sedang mengembangkan sejumlah proyek strategis, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Hululais Unit 1 dan Unit 2 dengan total kapasitas 110 MW, serta proyek co-generation dengan total kapasitas mencapai 230 MW.

Saat ini PGEO juga sedang mempersiapkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 MW yang ditargetkan mencapai commercial operation date pada 2030. Seluruh portofolio pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan dalam memperkuat kontribusi terhadap swasembada energi nasional dan pencapaian target Net Zero Emission 2060. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top