
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Charnic Capital Tbk membukukan laba bersih Rp108,27 miliar atau melesat 1.195,1 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang hanya senilai Rp8,36 miliar, sehingga net profit margin sebesar 98,3 persen.
Berdasarkan laporan keuangan NICK untuk periode berakhir 31 Desember 2025 yang dipublikasikan BEI di Jakarta, Rabu (18/2), emiten di bawah kendali PT Indovest Central ini mencatatkan pendapatan Rp110,13 miliar atau melambung 1.610,1 persen dari Rp6,44 miliar pada 2024.
Pada Tahun Buku 2025, beban pokok pendapatan NICK tercatat Rp7,04 miliar, sedangkan di 2024 perseroan tidak memiliki beban pokok pendapatan. Dengan demikian, laba bruto pada tahun lalu sebesar Rp103,09 miliar atau melonjak 1.500,78 persen (year-on-year), dengan gross profit margin mencapai 93,6 persen.
Sementara itu, beban usaha di 2025 tercatat Rp4,06 miliar atau meningkat 6,1 persen (y-o-y), sehingga laba usaha menjadi Rp99,03 miliar atau meroket 3.694,25 persen dari Rp2,61 miliar pada Tahun Buku 2024. Angka ini mencerminkan operating margin sebesar 89,9 persen.
Selama periode Januari–Desember 2025, laba sebelum pajak penghasilan NICK tercatat Rp108,6 miliar atau melesat 1.199,04 persen dibandingkan Rp8,36 miliar pada periode yang sama di 2024, menunjukkan kontribusi signifikan dari pendapatan di luar operasi.
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp325,94 juta, maka laba tahun berjalan menjadi Rp108,27 miliar atau melambung 1.195,1 persen dari Rp8,36 miliar pada 2024. Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk juga sebesar Rp108,27 miliar atau melonjak 1.195,1 persen (y-o-y) dibandingkan laba bersih di 2024.
Berdasarkan ekuitas dan aset akhir tahun, perseroan mencatat Return on Equity (ROE) sebesar 34,7 persen dan Return on Assets (ROA) 34,4 persen. Ekuitas NICK per 31 Desember 2025 tercatat Rp311,52 miliar atau meningkat 53,1 persen dibandingkan Rp203,49 miliar pada 2024.
Jumlah liabilitas hingga akhir 2025 sebesar Rp2,91 miliar atau membengkak 37,8 persen (y-o-y), yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp2,83 miliar. Struktur permodalan ini menunjukkan Debt to Equity Ratio (DER) hanya 0,01 kali dan Debt to Asset Ratio sebesar 0,9 persen, sehingga menandakan leverage yang sangat rendah.
Per 31 Desember 2025, total aset Charnic Capital sebesar Rp314,43 miliar atau mengalami kenaikan 52,9 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp188,62 miliar atau melonjak 105,3 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp91,91 miliar. Posisi ini mencerminkan cash to asset ratio sebesar 60 persen alias memiliki likuiditas yang kuat. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
