Rugi Bersih di 2025 Bengkak 51,7%, Defisit Waskita Karya (WSKT) Naik Jadi Rp20,22 Triliun

wskt
PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menderita rugi bersih Rp3,93 triliun atau membengkak 51,7 persen dibandingkan dengan rugi bersih di Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp2,59 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan WSKT untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten BUMN Karya ini hanya membukukan pendapatan usaha Rp8,82 triliun atau melorot 17,6 persen dibandingkan periode yang sama 2024 sebesar Rp10,71 triliun.

Di tengah penurunan revenue tersebut, WSKT mampu menekan beban pokok pendapatan hingga 22,1 persen (year-on-year) menjadi Rp7,24 triliun, sehingga laba bruto di sepanjang 2025 menjadi Rp1,58 triliun atau mengalami kenaikan 11,6 persen dibanding sepanjang 2024 sebesar Rp1,42 triliun.

Namun demikian, pada periode Januari-Desember 2025 perseroan mencatatkan rugi sebelum pajak sebesar Rp4,39 triliun alias meningkat 13,7 persen dibandingkan dengan rugi sebelum pajak di periode Januari-Desember 2024 senilai Rp3,86 triliun.

Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp91,44 miliar, maka rugi tahun berjalan yang dicatatkan WSKT menjadi Rp4,48 triliun atau melompat 14,6 persen (y-o-y). Adapun besaran rugi yang diatribusikan ke pemilik perusahaan mencapai Rp3,93 triliun alias membengkak 51,7 persen (y-o-y).

Akibat adanya rugi bersih Rp3,93 triliun, maka per 31 Desember 2025 emiten di bawah kendali PT Danantara Asset Management (Persero) ini mencatatkan defisit saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya mencapai Rp20,22 triliun atau meningkat 24,1 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp16,29 triliun.

Per 31 Desember 2025, jumlah ekuitas WSKT tercatat Rp3,67 triliun alias tersungkur 53,4 persen dibadningkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp7,88 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp67,06 triliun atau bisa ditekan 3,2 persen (y-o-y).

Hingga akhir Desember 2025, total aset Waskita karya tercatat Rp70,73 triliun alias merosot 8,3 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp4,41 triliun atau melambung 75,2 persen dibandingkan posisi per akhir Desember 2024 yang senilai Rp2,52 triliun. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top