Rugi Bersih di 2025 Melonjak 328,3%, Defisit WIKA Bengkak Jadi Rp19,29 Triliun

wika2
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatatkan rugi bersih Rp9,71 triliun atau melonjak 328,3 persen dibandingkan dengan rugi bersih di Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp2,27 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan WIKA untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Danantara Asset Management ini hanya membukukan pendapatan bersih Rp13,33 triliun atau anjlok 30,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 sebesar Rp19,24 triliun.

Seiring dengan penurunan kinerja pada area top line tersebut, beban pokok pendapatan ikut menurun 31,2 persen (year-on-year) menjadi Rp12,2 triliun, sehingga laba bruto di sepanjang 2025 menjadi Rp1,13 triliun atau melorot 25,8 persen dibandingkan sepanjang 2024 sebesar Rp1,52 triliun.

Pada periode Januari-Desember 2025, emiten BUMN Karya ini menderita rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp10,12 triliun alias melambung 311,2 persen dibandingkan dengan rugi sebelum pajak penghasilan di periode Januari-Desember 2024 senilai Rp2,46 triliun.

Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp12,17 miliar, maka rugi tahun berjalan yang dicatatkan WIKA menjadi Rp10,14 triliun atau melonjak 303,1 persen (y-o-y). Adapun besaran rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp9,71 triliun.

Akibat adanya rugi bersih Rp9,71 triliun tersebut, maka defisit Wijaya Karya per 31 Desember 2025 membengkak 102,2 persen menjadi Rp19,29 triliun dari Rp9,54 triliun per 31 Desember 2024.

Hingga akhir 2025, jumlah ekuitas WIKA hanya senilai Rp1,69 triliun atau melorot 85,8 persen dibandingkan akhir 2024 yang sebesar Rp11,87 triliun. Sementara itu, total liabilitas sampai akhir tahun lalu tercatat Rp48,46 triliun atau bisa ditekan 6,1 persen dari Rp51,59 triliun pada akhir 2024.

Per 31 Desember 2025, total aset perseroan mencapai Rp50,15 triliun atau merosot 21 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp2,75 triliun alias melorot 18 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp3,36 triliun. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top