Rugi Bersih Matahari (MPPA) di 2025 Melonjak, Defisit Naik Jadi Rp2,92 Triliun

ilustrasi
Ilustrasi – (Foto: RollingStock)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) kembali menderita rugi bersih mencapai Rp152,21 miliar atau melonjak dibandingkan dengan rugi bersih di Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp118,11 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan MPPA untuk periode berakhir 31 Desember 2025 yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (17/2), emiten supermarket milik Lippo Group ini membukukan pendapatan Rp7,25 triliun atau meningkat 1,83 persen (year-on-year).

Seiring dengan kenaikan omzet tersebut, beban pokok pendapatan yang dicatatkan MPPA di 2025 ikut mengalami kenaikan 1,53 persen (y-o-y), sehingga laba bruto menjadi Rp1,27 triliun atau bertumbuh 3,25 persen dibandingkan di 2024 yang senilai Rp1,23 triliun.

Sayangnya, laba usaha pada tahun lalu tercatat anjlok 23,11 persen (y-o-y) menjadi Rp26,08 miliar, terutama disebabkan adanya peningkatan beban penjualan sebesar 8,68 persen menjadi Rp239,57 miliar dari 220,43 miliar pada 2024.

Untuk periode Januari-Desember 2025, rugi sebelum pajak emiten di bawah kendali PT Multipolar Tbk (MLPL) ini tercatat Rp92,8 miliar atau menurun 3,21 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp95,88 miliar, khususnya terbantu penurunan beban keuangan.

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 2025 sebesar Rp59,39 miliar, maka rugi tahun berjalan yang dicatatkan MPPA menjadi Rp152,19 miliar atau membengkak 28,85 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di 2025 sebesar Rp152,21 miliar atau melonjak 28,87 persen (y-o-y).

Akibat lonjakan rugi bersih menjadi Rp152,21 miliar tersebut, maka defisit MPPA per 31 Desember 2025 menjadi Rp2,92 triliun atau meningkat 5,8 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp2,76 triliun. Pemburukan kinerja keuangan ini memicu terciptanya defisiensi modal MPPA sebesar Rp2,24 triliun, padahal di akhir 2024 masih mencatatkan ekuitas positif Rp150,26 miliar.

Hingga akhir Desember 2025, total liabilitas MPPA tercatat Rp3,59 triliun atau membengkak 5,28 persen (y-o-y), yang didominasi kewajiban jangka pendek mencapai Rp2,58 triliun hingga akhir tahun lalu.

Peningkatan liabilitas itu pun mendorong total aset MPPA per 31 Desember 2025 menjadi Rp5,59 triliun atau mengalami kenaikan 0,84 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp248,97 miliar atau merosot 2,55 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp255,48 miliar. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top