Sales di 2025 Capai Rp76,6 Triliun, Laba Bersih ERAA Naik 15,8% Jadi Rp1,2 Triliun

eraa
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) membukukan laba bersih Rp1,2 triliun atau mengalami kenaikan 15,8 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang senilai Rp1,03 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan ERAA untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Eralink International ini mencatatkan penjualan Rp76,61 triliun atau bertumbuh 17,4 persen dibandingkan periode yang sama 2024 sebesar Rp65,28 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan penjualan tersebut, beban pokok penjualan ERAA mengalami kenaikan 17,7 persen (year-on-year) menjadi Rp68,26 triliun. Dengan demikian, laba bruto di sepanjang 2025 menjadi Rp8,35 triliun atau meningkat 14,8 persen dibandingkan setahun sebelumnya Rp7,28 triliun.

Pada periode Januari-Desember 2025, emiten ritel barang elektronik ini membukukan laba usaha Rp2,43 triliun atau bertumbuh 14,2 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan tercatat Rp1,85 triliun atau melonjak 22 persen (y-o-y).

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 2025 sebesar Rp541,1 miliar, maka laba tahun berjalan ERAA menjadi Rp1,31 triliun alias meningkat 17,3 persen (y-o-y). Adapun besaran laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 senilai Rp1,2 triliun atau mengalami kenaikan 15,8 persen (y-o-y).

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas ERAA tercatat Rp10,18 triliun atau meningkat 12,4 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp9,06 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas mencapai Rp18,68 triliun atau membengkak 46,9 persen (y-o-y), yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp17,16 triliun.

Akibat lonjakan liabilitas tersebut, maka per 31 Desember 2025 total aset perseroan menjadi Rp28,86 triliun atau lebih tinggi 32,5 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp2,13 triliun atau bertumbuh 20,7 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang senilai Rp1,77 triliun.

Apabila mengacu pada cash flow ERAA di periode Januari-Desember 2025, pertumbuhan kas tersebut tertutama dipengarui adanya penerimaan utang dari bank yang mencapai Rp4 triliun atau jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di 2024 senilai Rp963,75 miliar. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top