Sales LPG di 2025 Tertekan, Laba Bersih ESSA Turun Dua Digit Jadi USD40,3 Juta

essa
PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) membukukan laba bersih USD40,29 juta atau menurun double digit 10,8 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 sebesar USD45,18 juta.

Berdasarkan laporan keuangan ESSA untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten yang didirikan pengusaha Chander Vinod Laroya ini mencatatkan total pendapatan USD295,01 juta atau merosot 2,1 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar USD301,4 juta.

Penurunan total pendapatan itu terutama disebabkan penjualan elpiji (LPG) di 2025 yang melorot 12,9 persen (year-on-year) menjadi USD36,13 juta dan ditambah lagi dengan penjualan amonia yang menurun 0,3 (y-o-y) menjadi USD255,43 juta. Sementara itu, pendapatan dari jasa pengolahan hanya USD3,46 juta atau merosot 3,6 persen (y-o-y).

Di tengah penurunan omzet tersebut, beban pokok pendapatan di 2025 justru membengkak 1,4 persen (y-o-y) menjadi USD196,15 juta, sehingga laba kotor ESSA menjadi USD98,86 juta melorot 8,5 persen (y-o-y). Adapun laba sebelum pajak penghasilan tercatat USD70,61 juta pada 2025 merosot 7,9 persen (y-o-y).

Dengan adanya beban pajak di 2025 sebesar USD15,54 juta, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan ESSA menjadi USD55,07 juta atau menurun 9 persen (y-o-y). Sementara itu, besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 senilai USD40,29 juta atau lebih rendah 10,8 persen dibandingkan laba bersih di 2024 sebesar USD45,18 juta.

Per 31 Desember 2025, jumlah ekuitas emiten yang juga milik pengusaha Garibaldi “Boy” Thohir dan TP Rachmat ini tercatat USD583,65 juta atau bertumbuh 5,4 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar USD553,88 juta. Hingga akhir 2025, total liabilitas terpantau bisa ditekan 55 persen (y-o-y) menjadi USD62,91 juta.

Seiring dengan penurunan signifikan pada akun liabilitas, maka total aset ESSA per 31 Desember 2025 menjadi USD646,56 juta atau menurun 6,8 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa USD125,76 juta pada 2025 alias melorot 20,1 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 sebesar USD157,47 juta. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top