
RollingStock.ID – Pada perdagangan di awal pekan ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,58 persen ke level 8.884, bahkan sempat jatuh ke level terendah hari ini di posisi 8.715 atau setara penurunan 2,47 persen, meski di awal sanggup menyenggol level psikologis 9.000.
Pelemahan IHSG di perdagangan Senin (12/1) dipengaruhi penurunan harga pada 435 saham, sedangkan kenaikan hanya terjadi pada 279 saham dan ada 97 saham yang stagnan. Nilai transaksi sebesar Rp40,1 triliun atau melambung dibandingkan Jumat pekan lalu Rp27,46 triliun.
Sementara itu, total volume transaksi di sepanjang perdagangan hari ini sebanyak 74,41 miliar saham atau melonjak dibandingkan akhir pekan lalu yang sebanyak 57,02 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 5,07 juta kali atau melesat dibandingkan Jumat (9/1) yang sebanyak 3,47 kali transaksi.
Dengan posisi IHSG yang berakhir di level 8.884, maka saat ini nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi Rp16.150,96 triliun atau melorot 1,1 persen dibandingkan ketika penutupan perdagangan Jumat pekan lalu yang mencapai Rp16.330,88 triliun.
Dua saham dengan nilai kapitalisasi terbesar di BEI menjadi kontributor terbesar yang menekan IHSG di perdagangan hari ini. BREN sebagai pemilik market cap Rp1.204 triliun, harga sahamnya terpantau anjlok 5,01 persen. Adapun BBCA sebagai pemilik market cap Rp979 triliun mengalami penurunan harga saham sebesar 1,23 persen.
Pada perdagangan hari ini, lima saham yang menjadi Top Losers adalah HATM (-14,68%), CARE (-14,56%), BBSS (-14,4%), HILL (-13,76%) dan AYLS (-13,68%). Sementara itu, lima saham yang menjadi Top Gainers, yakni MSKY (+34,88%), DKHH (+30,34%), KPIG (+25%), FOLK (+25%) dan SOHO (+24,85%). (*)
Secara sektoral, penurunan paling dalam terjadi pada indeks sektor infrastruktur (-2,37%), lalu diikuti indeks sektor teknologi (-1,68%) dan sektor energi (-1,39%). Peningkatan tertinggi terjadi pada indeks sektor konsumer siklikal (+2,22%) dan sektor industrial yang juga melonjak 2,22 persen. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
