
RollingStock.ID – Ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk menambah tarif terhadap negara-negara Eropa jika Washington tidak diizinkan membeli Greenland, akhirnya mengguncang pasar keuangan global dan memicu arus besar ke aset safe-haven.
Berdasarkan laporan Reuters dan Bloomberg di Bengaluru, Senin (19/1) waktu setempat atau Selasa (20/1) pagi WIB, harga emas dan perak melonjak ke rekor tertinggi yang baru. Emas spot naik 1,62 persen menjadi USD4.670,58 per ons pada pukul 03.02 WIB setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di USD4.689,39 per ons.
Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Februari 2026 menguat 1,77 persen ke USD4.676,70 per ons, meski tidak ada setelmen di pasar AS karena hari libur nasional.
Pada Sabtu pekan lalu, Trump memperingatkan sejumlah sekutu Eropa bahwa tarif akan terus dinaikkan, kecuali AS mendapatkan izin untuk membeli Greenland, pulau Arktik milik Denmark. Dengan demikian, kondisi ini memperuncing sengketa geopolitik dan memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas hubungan transatlantik.
“Ketika risiko institusional dan kebijakan kembali muncul, pasar bereaksi cepat dengan mengalihkan aset ke instrumen safe-haven, dan emas kembali menjadi pilihan utama,” ujar Linh Tran, analis XS.com.
Ketegangan tersebut menekan pasar saham global dan dolar AS, sekaligus meningkatkan permintaan terhadap emas, yen Jepang dan franc Swiss dalam suasana risk-off. Sepanjang 2025, harga emas telah meroket lebih dari 64 persen dan sejak awal tahun ini sudah meningkat lebih dari 8 persen, mencerminkan peran logam mulia sebagai pelindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.
Dari sisi kebijakan moneter, Wakil Ketua Federal Reserve Bidang Pengawasan, Michelle Bowman pada Jumat pekan lalu mengatakan, kondisi pasar tenaga kerja AS yang rapuh membuat bank sentral perlu siap memangkas suku bunga kembali. Pasar kini memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan 27-28 Januari 2026, setidaknya dua kali pemotongan masing-masing 25 basis poin di sepanjang tahun ini.
Sementara itu, harga perak spot melonjak 4,68 persen menjadi USD94,34 per ons yang merupakan rekor tertinggi, dengan kenaikan lebih dari 31% sejak awal tahun ini. Tim analis Citi Research optimistis terhadap logam mulia dan menargetkan harga emas USD5.000 per ons, serta perak USD100 per ons dalam tiga bulan ke depan, dengan alasan ketegangan geopolitik diperkirakan masih bertahan. Logam mulia lainnya juga menguat, platinum spot meningkat 1,55 persen menjadi USD2.377,09 per ons dan paladium menguat 2,13 persen ke USD1.841,80 per ons. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
