Sepanjang 2025, Laba Bersih BSI (BRIS) Bertumbuh 7,99% Jadi Rp7,57 Triliun

bris
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)

RollingStock.ID – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) membukukan laba bersih sebesar Rp7,57 triliun pada Tahun Buku 2025 atau meningkat 7,99% dibandingkan dengan laba bersih di 2024 yang senilai Rp7,01 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan BRIS yang dipublikasikan di Jakarta, Jumat (6/2), pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang peningkatan pendapatan. Tercermin dari hak bagi hasil milik bank tercatat Rp19,23 triliun atau melompat 10,46 persen dari Rp17,41 triliun pada 2024.

Sementara itu, pendapatan usaha lainnya di sepanjang 2025 melonjak 24,82 persen menjadi Rp6,94 triliun dari Rp5,56 triliun pada periode yang sama di 2024. Kenaikan pendapatan ini turut mendorong laba usaha di 2025 menjadi Rp10,01 triliun atau meningkat 7,87 persen (year-on-year).

Beban usaha di sepanjang 2025 tercatat Rp13,7 triliun atau melonjak 16,2 persen dari Rp11,79 triliun pada 2024. Selain itu, beban cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) aset produktif dan nonproduktif (neto) di 2025 juga melambung 24,87 persen (y-o-y) menjadi Rp2,36 triliun.

Pada sisi neraca, total aset BRIS per 31 Desember 2025 mencapai Rp456,19 triliun atau meningkat 11,65 persen dibandingkan Rp408,61 triliun pada akhir 2024. Adapun kas dan setara kas hingga akhir Desember 2025 tercatat Rp8,69 triliun atau bertumbuh 7,55 persen dari Rp8,08 triliun pada akhir Desember 2024.

Hingga akhir 2025, pembiayaan bersih BRIS tercatat Rp142,09 triliun atau melesat 26,99 persen dibandingkan Rp111,89 triliun pada akhir tahun sebelumnya. Peningkatan pembiayaan tersebut berlangsung seiring bertambahnya aktivitas usaha perseroan di sepanjang tahun lalu.

Untuk sisi pendanaan, simpanan wadiah mencapai Rp91,1 triliun pada akhir 2025, atau melompat 22,4 persen dibandingkan Rp74,43 triliun pada akhir 2024. Dana syirkah temporer juga meningkat 14,55 persen menjadi Rp299,31 triliun dari Rp261,29 triliun.

Per 31 Desember 2025, jumlah ekuitas BSI tercatat Rp51,95 triliun atau melambung 15,34 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp45,04 triliun. Total liabilitas hingga akhir Desember 2025 sebesar Rp104,93 triliun atau bertambah 2,59 persen dari posisi per akhir Desember 2024 yang senilai Rp102,28 triliun. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top