Serangan AS ke Venezuela Picu Gelombang Safe-haven, Harga Emas Kembali Dekati Rekor

emas

RollingStok.ID – Harga emas melonjak tajam dan menembus level tertinggi dalam sepekan pada perdagangan Senin (5/1), lantaran dipicu peningkatan minat investor terhadap aset lindung nilai (safe-haven) di tengah memburuknya ketegangan geopolitik global setelah Amerika Serikat menyerang Venezuela.

Berdasarkan laporan Reuters yang dikutip Selasa (6/1), emas spot tercatat melambung 2,7 persen ke level USD4.444,52 per ons pada pukul 01.38 WIB, setelah sebelumnya menyentuh posisi tertinggi sejak 29 Desember 2025. Kenaikan ini mendekatkan kembali harga emas ke rekor tertinggi di posisi USD4.549,71 per ons pada 26 Desember. Di pasar berjangka, kontrak emas AS untuk pengiriman Februari 2026 ditutup melonjak 2,8 persen ke USD4.451,5 per ons.

Trader logam mulia Heraeus Metals Germany, Alexander Zumpfe menilai, eskalasi konflik di Venezuela menjadi katalis utama kebangkitan permintaan emas sebagai aset aman. Lonjakan harga kali ini terjadi di atas kekhawatiran yang sudah terlebih dahulu membayangi pasar, mulai dari risiko geopolitik global, ketidakpastian pasokan energi hingga arah kebijakan moneter bank sentral utama dunia.

Sepanjang 2025, harga emas sudah meroket 64 persen, karena didorong berbagai titik panas geopolitik dan siklus pelonggaran suku bunga oleh Federal Reserve AS. Prospek penurunan suku bunga yang lebih dalam, disertai dengan bank sentral melakukan pembelian secara agresif dan derasnya aliran dana ke produk ETF berbasis emas telah menyokong reli logam mulia tersebut.

Saat ini ada ketegangan geopolitik terbaru terkait langkah AS yang pada Sabtu lalu menyerang Venezuela dan menculik Presiden Nicolas Maduro. Aksi ini tercatat sebagai intervensi paling langsung Washington di Amerika Latin sejak invasi Panama pada 1989.

Presiden AS, Donald Trump bahkan memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan jika Caracas menolak membuka sektor industri minyaknya, serta menghentikan perdagangan narkoba, sembari mengisyaratkan potensi tindakan terhadap Kolombia dan Meksiko terkait arus narkoba ilegal.

Zumpfe menilai, peluang emas mencetak rekor baru akan semakin besar jika ketegangan geopolitik meluas atau data ekonomi AS mendatang memperkuat keyakinan bahwa The Fed perlu melonggarkan kebijakan moneter secara lebih agresif dari perkiraan pasar.

Pelaku pasar kini menanti rilis data nonfarm payrolls AS untuk Desember 2025 yang dijadwalkan pada Jumat pekan ini, di tengah ekspektasi setidaknya dua kali penurunan suku bunga sepanjang 2026. Sentimen tersebut turut menopang minat terhadap logam mulia secara keseluruhan. Bukan hanya emas, reli juga terjadi pada logam mulia lainnya, seperti perak melonjak 5,2 persen ke USD76,37 per ons, melanjutkan penguatan spektakuler setelah mencatat kenaikan 147 persen di sepanjang 2025.

Penguatan perak didorong penetapannya sebagai mineral kritis di AS, serta defisit struktural pasar di tengah permintaan yang terus meningkat. Sementara itu, harga platinum spot melejit 5,9 persen ke level USD2.269,55 per ons dan paladium menguat 3,4 persen menjadi USD1.694,75 per ons. (*)

Penulis: Syafril JA Surya

Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top