
RollingStock.ID – Tekanan harga yang tinggi dan melambatnya pasar tenaga kerja kembali membayangi prospek ekonomi Amerika Serikat pada awal tahun ini, tercermin dari memburuknya berbagai indikator perilaku rumah tangga. Data terbaru menunjukkan konsumen semakin berhati-hati dalam menatap kondisi ekonomi dan peluang kerja, menandai awal tahun yang rapuh bagi konsumsi domestik.
Berdasarkan laporan Bloomberg yang dikutip Rabu (28/1), indeks kepercayaan konsumen yang dirilis The Conference Board tercatat menurun tajam menjadi 84,5 pada Januari dari 94,2 pada bulan sebelumnya yang sudah direvisi naik. Angka tersebut merupakan level terendah sejak Mei 2014 dan berada di bawah seluruh perkiraan ekonom dalam survei Bloomberg.
Indeks ekspektasi konsumen jatuh ke posisi terendah sejak April, sementara itu saat ini indeks kondisi menyentuh level terendah dalam hampir lima tahun. Ekonom senior Pantheon Macroeconomics Oliver Allen menilai bahwa pelemahan terbaru tidak bisa diabaikan, terutama karena pendapatan riil cenderung stagnan dan tingkat tabungan pribadi berada di level sangat rendah, sehingga ruang konsumsi semakin terbatas.
Kekhawatiran konsumen juga semakin menguat terhadap pasar tenaga kerja AS. Proporsi responden yang menilai pekerjaan sulit didapat tercatat sebagai yang tertinggi sejak Februari 2021, sementara itu penilaian bahwa lapangan kerja “berlimpah” terus menurun. Selisih kedua indikator yang kerap menjadi barometer kondisi ketenagakerjaan tersebut menyempit ke level terburuk dalam beberapa tahun terakhir, seiring perkiraan ekonom bahwa pasar tenaga kerja akan stagnan sepanjang tahun ini.
Dalam tanggapan terbuka survei, konsumen banyak menyoroti tingginya harga minyak, gas dan bahan pangan, selain isu politik, asuransi Kesehatan dan risiko geopolitik global. Kekhawatiran ini mendorong rumah tangga menahan rencana liburan dan pembelian bernilai besar. Meski demikian, indikator lain menunjukkan gambaran yang berbeda, dengan indeks sentimen konsumen University of Michigan justru meningkat ke level tertinggi dalam lima bulan pada Januari 2026. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
