
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Pakuan Tbk (UANG) hanya membukukan laba bersih Rp83,1 miliar atau menurun 2,2 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp84,95 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan (UANG) untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten properti milik pengusaha Hapsoro Sukmonohadi (Happy Hapsoro) ini mencatatkan penjualan Rp343,77 miliar atau bertumbuh 8,1 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 senilai Rp317,94 miliar.
Di tengah pertumbuhan penjualan yang terbatas tersebut, beban pokok penjualan di 2025 justru membengkak 40,6 persen (year-on-year) menjadi Rp156,95 miliar, sehingga laba bruto merosot 9,4 persen menjadi Rp186,81 miliar dibandingkan pada 2024 yang sebesar Rp206,27 miliar.
Pada periode Januari-Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Sirius Surya Sentosa ini hanya membukukan laba usaha Rp57,91 miliar alias melorot 22,1 persen (y-o-y), antara lain dipengaruhi kenaikan beban penjualan sebesar 54,4 persen (y-o-y) menjadi Rp27,43 miliar.
Sepanjang 2025, perusahaan yang sahamnya juga dimiliki PT Pandawa Indo Investama ini cuma meraih laba sebelum pajak penghasilan senilai Rp70,96 miliar atau terperosok 15 persen (y-o-y), akibat adanya tambahan tekanan dari peningkatan beban keuangan sebesar 26,4 persen (y-o-y) menjadi Rp2,37 miliar.
Pada Tahun Buku 2025, UANG tidak mencatatkan beban maupun manfaat pajak penghasilan, sehingga laba tahun berjalan juga sebesar Rp70,96 miliar atau melorot 15 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp83,1 miliar alias lebih rendah 2,2 persen (y-o-y).
Dari sisi neraca, jumlah ekuitas Pakuan per 31 Desember 2025 tercatat Rp603,45 miliar atau melonjak 87,2 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp322,3 miliar. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp1,2 triliun atau bisa ditekan 4,6 persen (y-o-y), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek Rp642,8 miliar.
Per 31 Desember 2025, total aset emiten yang sahamnya juga dimiliki Pemprov DKI Jakarta ini mencapai Rp1,8 triliun atau meningkat 14,1 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp140,26 miliar atau naik terbatas 2,1 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp137,44 miliar. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
