
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Harum Energy Tbk (HRUM) membukukan laba bersih USD37,43 juta atau mengalami penurunan 30,8 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang sebesar USD54,07 juta.
Berdasarkan laporan keuangan HRUM untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Karunia Bara Perkasa ini mencatatkan pendapatan USD1,34 miliar atau bertumbuh 3,3 persen di bandingkan periode yang sama di 2024 sebesar USD1,3 miliar.
Sayangnya di tengah pertumbuhan revenue tersebut, beban pokok pendapatan dan beban langsung tercatat membengkak 10,9 persen (year-on-year) menjadi USD1,12 miliar. Dengan demikian, laba bruto sepanjang 2025 merosot 23,5 persen menjadi USD216,79 juta dari USD283,41 juta di 2024.
Pada periode Januari-Desember 2025, perusahaan pertambangan batubara ini hanya membukukan laba sebelum pajak penghasilan senilai USD71,62 juta alias melorot 37,8 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak penghasilan di 2024 sebesar USD115,11 juta.
Penurunan laba sebelum pajak di 2025 itu terutama dipicu kenaikan beban penjualan sebesar 84,7 persen (y-o-y) menjadi USD37,67 juta dan beban keuangan yang membengkak 80,6 persen (y-o-y) menjadi USD58,73 juta. Ditambah lagi beban umum dan administrasi meningkat 11,4 persen (y-o-y) menjadi USD53,04 juta.
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar USD26,29 juta, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan HRUM menjadi USD45,32 juta atau terperosok 41,6 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 senilai USD37,43 juta.
Dari sisi neraca, jumlah ekuitas HRUM per 31 Desember 2025 tercatat USD1,82 miliar atau bertumbuh 2,1 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai USD1,78 miliar. Hingga akhir 2025, total liabilitas mencapai USD1,62 miliar alias membengkak 104,3 persen dibandingkan akhir 2024 sebesar USD791,88 juta.
Per 31 Desember 2025, emiten yang didirikan pengusaha Kiki Barki ini mencatatkan total aset USD3,44 miliar atau mengalami kenaikan 33,5 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar USD148,82 juta atau melejit 25,7 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 senilai USD118,39 juta. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
