TRON Siap Ekspansi ke Bisnis Infrastruktur Pengisian Energi Kendaraan Listrik

tron
Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) berencana menambah kegiatan usaha di bidang infrastruktur pengisian energi kendaraan listrik sebagai upaya memperluas portofolio dan menciptakan sumber pendapatan baru.

Berdasarkan keterangan TRON yang dikutip Jumat (13/2), emiten bidang perangkat lunak dan jasa teknologi informasi (IT) ini mengungkapkan bahwa perseroan berencana menambah kegiatan usaha yang mencakup Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Penambahan kegiatan usaha terebut dikategorikan sebagai kegiatan usaha penunjang yang dinilai masih memiliki sinergi dengan bisnis utama perseroan di bidang solusi sistem transportasi berbasis teknologi informasi, Internet of Things (IoT) dan Intelligent Transport System (ITS).

Emiten yang berada di bawah kendali PT Daya Kemilau Nusantara Investama ini menyampaikan, nantinya infrastruktur SPKLU dan SPBKLU akan diintegrasikan dengan ekosistem transportasi dan pelanggan yang telah dimiliki perseroan, khususnya operator transportasi publik dan pengelola armada.

Manajemen TRON menilai, langkah ekspansi ini bertujuan untuk memperkuat posisi sebagai penyedia solusi transportasi terintegrasi berbasis teknologi, meningkatkan daya saing melalui integrasi infrastruktur pengisian energi kendaraan listrik (EV) dengan sistem manajemen armada, serta menciptakan keunggulan kompetitif melalui sinergi teknologi dan jaringan klien eksisting.

Selain itu, tren global menuju transisi energi dan elektrifikasi sektor transportasi disebut menjadi salah satu faktor pendorong bagi TRON untuk menambah kegiatan usaha yang baru. Manajemen beranggapan, dukungan pemerintah melalui berbagai regulasi dan insentif terkait kendaraan listrik turut membuka peluang pengembangan infrastruktur pengisian daya.

Berdasarkan proyeksi studi kelayakan, yang disampaikan manajemen TRON, estimasi kebutuhan investasi untuk penambahan kegiatan usaha tersebut mencapai sekitar Rp75,55 miliar. Sumber pendanaan direncanakan berasal dari kombinasi kas internal dan sumber pendanaan lain. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top