
RollingStock.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa Washington akan melancarkan serangan kedua yang jauh lebih besar ke Venezuela, jika langkah ini dianggap perlu untuk dilakukan.
Pernyataan Trump saat konferensi pers Sabtu (3/1) yang disiarkan secara langsung tersebut, menegaskan pula sikap agresif AS pasca operasi militer yang dilancarkan sebelumnya. Sikap Presiden AS ini sekaligus membuka kemungkinan eskalasi lanjutan setelah serangan awal yang disebut Trump sangat mematikan dan efektif.
Dalam pernyataannya, Trump menekankan bahwa opsi serangan lanjutan telah disiapkan oleh militer AS. “”Kami siap untuk melakukan serangan kedua dan jauh lebih besar, jika kami perlu melakukannya,” tegasnya, merujuk pada operasi militer AS di Venezuela.
Meski demikian, dia juga menyebutkan bahwa serangan pertama kemungkinan sudah cukup, sehingga The Delta Force tidak perlu melakukan serangan kedua. Saat konferensi pers yang digelar di Mar-a-Lago, Florida tersebut, Trump memuji operasi militer yang telah digelar tentara AS.
Lebih lanjut Trump menyebutkan, serangan tersebut sebagai salah satu demonstrasi kekuatan militer AS yang paling menakjubkan, efektif dan penuh percaya diri dalam sejarah Amerika. “Ini adalah salah satu pertunjukan kekuatan dan kepercayaan militer AS yang paling menakjubkan, efektif dan kuat dalam sejarah Amerika,” ucapnya.
Menurut Trump, perang tersebut dilakukan langsung atas arahannya. “. “Pada larut malam hingga dini hari, angkatan bersenjata AS melakukan operasi militer luar biasa di ibu kota Venezuela (Caracas),” kata Trump sembari menggambarkan bahwa operasi itu berlangsung dalam gelap dan mematikan.
Dia menegaskan, AS akan mengambil alih kendali Venezuela untuk sementara waktu. “Kami akan menjalankan negara Venezuela,” kata Trump. Dia menambahkan, AS akan tetap berada di negara Amerika Selatan ini sampai terjadi transisi secara aman, tepat dan bijaksana.
Seperti diberikan RollingStock sebelumnya, AS melancarkan serangan militer besar-besaran ke Venezuela pada Sabtu dini hari waktu setempat hingga berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dan istrinya dan telah didakwa di distrik selatan New York. (Satya Darmawan)
