Usai OL Master Ltd Kurangi Porsi, BEI Interogasi Emiten Bakrie Group Ini

abu rizal bakrie
Abu Rizal Bakrie – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Manajemen PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) menegaskan bahwa tidak terdapat informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai Efek perseroan maupun keputusan investasi pemodal, terkait dengan kenaikan harga saham VIVA secara signifikan.

Pernyataan tertulis manajemen VIVA yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 17 Januari 2026 tersebut berkenaan dengan tanggapan perseroan atas permintaan penjelasan dari Bursa perihal adanya pergerakan tidak biasa pada perdagangan saham VIVA.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan Corporate Secretary VIVA, Neil Ricardo Tobing, pihaknya tidak memiliki informasi material yang harus disampaikan sesuai Peraturan Bursa Nomor I-E, serta tidak terdapat informasi penting lain yang belum diungkap kepada publik yang bisa mempengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha perseroan.

Hanya saja, berdasarkan laporan terbaru PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terkait total kepemilikan investor di atas 5 persen di semua Sub Rekening Efek (SRE) yang tergabung dalam Single Investor Identification (SID), per 14 Januari 2026 kepemilikan OL Master Limited di VIVA menurun menjadi 5,3 persen.

Pada penutupan perdagangan 14 Januari 2025, kepemilikan OL Master Limited di VIVA tercatat sebanyak 872.958.800 (5,3%), setelah terjadi pengalihan saham sebanyak 32,87 juta lembar. Padahal, sehari sebelumnya investor institusi asing masih memiliki 905.828.800 saham atau setara 5,5 persen dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh VIVA.

Lebih lanjut, manajemen VIVA menyampaikan kepada BEI, emiten media penyiaran yang tergabung di dalam jaringan bisnis Bakrie Group ini juga tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu yang wajib dilaporkan berdasarkan Peraturan OJK Nomor 11 Tahun 2017.

Terkait rencana korporasi, VIVA mengungkapkan, saat ini tidak terdapat rencana aksi korporasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat atau tiga bulan ke depan. Pemegang saham utama perseroan juga dikonfirmasi tidak memiliki rencana untuk mengambil keputusan atau tindakan terkait kepemilikan sahamnya dalam waktu dekat. (*)

Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top