
RollingStock.ID – Bursa saham Wall Street pada perdagangan Kamis (8/1) waktu setempat ditutup dengan pergerakan yang terbelah, ketika tekanan kuat pada sejumlah saham teknologi raksasa menahan laju indeks berbasis teknologi, sementara itu sektor pertahanan justru melonjak tajam.
Berdasarkan laporan Reuters, Indeks S&P 500 yang berbasis luas nyaris stagnan dengan kenaikan tipis 0,01 persen, sementara itu Dow Jones menguat cukup solid sebesar 0,55 persen dan sebaliknya Nasdaq harus terkoreksi 0,44 persen. Pelemahan Nasdaq terutama dipicu aksi jual pada beberapa saham teknologi bernilai besar yang selama ini menjadi motor utama reli pasar.
Tekanan paling besar datang dari Nvidia yang merosot 2,2%, disusul Broadcom melorot 3,2 persen dan Microsoft terkoreksi 1,1%. Penurunan ini menyeret indeks sektor teknologi S&P 500 anjlok 1,5 persen, sekaligus membuat sektor tersebut mencatat penurunan 1 persen di sepanjang 2026. Investor dinilai semakin selektif terhadap sejumlah saham kecerdasan buatan (AI), setelah lonjakan valuasi tajam dalam beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya tuntutan terkait kejelasan monetisasi dan imbal hasil investasi.
“Meski AI masih menjadi tema panas, akan ada pemenang dan pecundang,” ujar Art Hogan, Chief Market Strategist B Riley Wealth. Menurut dia, sektor AI kini memasuki fase pembuktian, karena pasar tidak lagi sekadar menghargai narasi pertumbuhan, melainkan menuntut bukti nyata atas efektivitas belanja modal besar yang telah digelontorkan. Di tengah tekanan itu, Alphabet justru menguat 1,1 persen setelah melampaui Apple dalam kapitalisasi pasar untuk pertama kalinya sejak 2019, sehingga menjadikannya sebagai perusahaan paling bernilai kedua di AS, sementara saham Apple menurun 0,5 persen.
Kontras dengan sektor teknologi, saham-saham pertahanan melesat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan bahwa anggaran militer AS pada 2027 idealnya mencapai USD1,5 triliun ayau jauh melampaui anggaran USD901 miliar untuk 2026 yang sudah disetujui Kongres. Saham Lockheed Martin melonjak 4,3 persen, Northrop Grumman meningkat 2,4 persen dan Kratos Defense meroket 13,8 persen. Kenaikan ini terjadi meski sebelumnya sektor pertahanan sempat tertekan akibat ancaman Trump untuk membatasi pembagian dividen dan pembelian kembali saham jika produksi persenjataan tidak dipercepat.
Di luar dinamika sektor, pasar juga dibayangi isu valuasi dan data ekonomi. Saat ini indeks S&P 500 diperdagangkan pada kisaran 22 kali estimasi laba atau berada di atas rata-rata lima tahun sebesar 19 kali. Dari sisi makro, klaim awal tunjangan pengangguran AS meningkat moderat, sejalan dengan laporan ADP dan JOLTS, sementara itu perhatian investor kini tertuju pada rilis data non-farm payrolls Desember 2025. Fitch Ratings menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS menjadi 2,1 persen pada 2025 dan sebesar 2 persen pada 2026. Di tengah volume perdagangan yang relatif tinggi mencapai 16,9 miliar saham, pasar mencerminkan fase transisi, karena euforia sektor teknologi mulai diuji olehh realitas kinerja dan bayang-bayang kebijakan fiskal maupun geopolitik. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
