Kinerja VKTR di 2025 Berbalik Buntung, Defisit Bengkak Jadi Rp79,8 Miliar

vktr
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menderita rugi bersih sebesar Rp11,37 miliar atau berbanding terbalik dengan capaian di 2024 yang masih mampu meraih laba bersih Rp7,57 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan VKTR untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten yang berada di dalam jaringan bisnis Bakrie Group ini mencatatkan penjualan Rp1,09 triliun bertumbuh 9 persen dibandingkan dengan peiode yang sama di 2024 sebesar Rp1 triliun.

Seiring dengan pertumbuhan omzet tersebut, beban pokok penjualan VKTR mengalami kenaikan 8,1 persen (year-on-year) menjadi Rp892,63 miliar, sehingga laba bruto di sepanjang 2025 menjadi Rp196,61 miliar atau meningkat 10,4 persen dibandingkan sepanjang 2024 yang senilai Rp178,15 miliar.

Pada periode Januari-Desember 2025, laba sebelum beban pajak penghasilan VKTR hanya senilai Rp3,76 miliar atau anjlok 72 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 yang mencapai Rp13,44 miliar. Hal ini terutama disebabkan adanya lonjakan beban keuangan sebesar 60,8 persen (y-o-y) menjadi Rp17,09 miliar.

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 2025 sebesar Rp3,34 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan VKTR menjadi Rp423 juta atau nyungsep 96,6 persen (y-o-y). Pada Tahun Buku 2025, VKTR mencatatkan rugi neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp11,37 miliar atau berbanding terbalik dengan setahun sebelumnya yang bisa meraih laba bersih Rp7,57 miliar.

Akibat menderita rugi bersih Rp11,37 miliar, maka defisit VKTR per 31 Desember 2025 membengkak menjadi Rp79,8 miliar dari Rp68,43 miliar per 31 Desember 2024. Hingga akhir 2025 jumlah ekuitas tercatat Rp1,25 triliun atau bertumbuh 7,8 persen (y-o-y), sehingga basis permodalan secara agregat belum tergerus walaupun akumulasi kerugian meningkat.

Per 31 Desember 2025, total liabilitas emiten milik PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) ini mencapai Rp553,02 miliar atau membengkak 22,2 persen (y-o-y), yang didominasi kewajiban jangka pendek sebesar Rp314,05 miliar.

Hingga akhir Desember 2025, total aset VKTR tercatat mengalami kenaikan 11,8 persen (y-o-y) menjadi Rp1,8 triliun, dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp51,83 miliar atau anjlok 31 persen dibandingkan posisi di akhir Desember 2024 yang sebesar Rp75,12 miliar. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top