
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) membukukan laba bersih Rp1,3 triliun pada 2025 atau meningkat 15,3 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 senilai Rp Rp1,13 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan JRPT untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, perusahaan properti dan real estate ini mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp3,27 triliun atau bertumbuh 11,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 sebesar Rp2,95 triliun.
Pendapatan usaha emiten di bawah kendali PT Pembangunan Jaya tersebut didominasi penjualan kavling tanah di sepanjang 2025 yang mencapai Rp1,5 triliun atau mebgalami kenaikan 9,5 persen dibandingkan sepanjang 2024 yang senilai Rp1,37 triliun.
Kenaikan omzet di tersebut diikuti dengan peningkatan beban pokok pendapatan dan beban langsung di Tahun Buku 2025 sebesar 11,3 persen (year-on-year) menjadi Rp1,46 triliun. Dengan demikian, laba bruto Jaya Property di 2025 menjadi Rp1,82 triliun atau melejit 11 persen (y-o-y).
Untuk periode Janauri-Desember 2025, laba usaha JRPT tercatat Rp1,37 atau meningkat 10,5 persen menjadi Rp1,37 triliun dari Rp1,24 triliun di periode Januari-Desember 2024. Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp1,36 triliun atau melompat 14,7 persen (y-o-y).
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp30,73 miliar, maka laba tahun berjalan JRPT menjadi Rp1,33 triliun atau bertumbuh 15,3 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,3 triliun atau setara juga dengan kenaikan 15,3 persen (y-o-y).
Pada sisi neraca, jumlah ekuitas JRPT per 31 Desember 2025 tercatat Rp11,03 triliun atau lebih tinggi 9 persen dibandingkan dengan per 31 Desember 2024 senilai Rp10,12 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas membengkak 5,4 persen (y-o-y) menjadi Rp4,2 triliun, yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp3,97 triliun.
Per 31 Desember 2025, total aset Jaya Property mencapai Rp15,23 triliun atau meningkat 8 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp1,37 triliun atau melambung 71,7 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang senilai Rp797,09 miliar. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
