
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) membukukan laba bersih Rp1,56 triliun atau melambung 58,7 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang senilai Rp980,81 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan GGRM untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten rokok di bawah kendali PT Suryaduta Investama ini mencatatkan pendapatan Rp89,37 triliun atau melorot 9,4 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp98,66 triliun pada tahun sebelumnya.
Seiring dengan penurunan omzet tersebut, biaya pokok pendapatan Gudang Garam juga ikut menurun 10 persen (year-on-year) menjadi Rp80,39 triliun, sehingga laba bruto di sepanjang 2025 menjadi Rp8,98 triliun atau alias merosot 4,2 persen dibandingkan setahun sebelumnya Rp9,38 triliun.
Pada periode Januari-Desember 2025, laba usaha GGRM tercatat melonjak 48,8 persen (y-o-y) menjadi Rp2,83 triliun. Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp2,55 triliun atau melesat 82,3 persen dibandingkan periode januari-Desember 2024 yang hanya Rp1,4 triliun.
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp993,96 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan GGRM menjadi Rp1,56 triliun atau melompat 59 persen (y-o-y). Adapun besaran laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 mencapai Rp1,56 triliun atau melonjak 58,7 persen (y-o-y).
Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas GGRM per 31 Desember 2025 tercatat Rp62,57 triliun atau meningkat 1,1 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp61,92 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas bisa ditekan hingga 44,9 persen (y-o-y) menjadi Rp12,68 triliun dan sekaligus mencerminkan penurunan leverage secara signifikan.
Per 31 Desember 2025, total aset Gudang Garam mencapai Rp75,25 triliun atau mengalami penurunan 11,4 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp3,61 triliun alias merosot 2,5 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp3,71 triliun. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
