Kinerja di 2025 Derita Rugi Bersih Rp257 Miliar, Saldo Laba FILM Berbalik Defisit

film
PT MD Entertainment Tbk (FILM) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT MD Entertainment Tbk (FILM) menderita rugi bersih mencapai Rp257,02 miliar atau berbanding terbalik dengan kondisi di Tahun Buku 2024 yang bisa meraih laba bersih Rp37 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan FILM untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten studio film di bawah kendali PT MD Corp Enterprises ini mencatatkan pendapatan Rp496,41 miliar atau bertumbuh 8,9 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp455,95 miliar.

Di tengah pertumbuhan omzet secara terbatas tersebut, beban pokok pendapatan FILM justru melonjak 94,5 persen (year-on-year) menjadi Rp352,35 miliar. Akibatnya, laba bruto di sepanjang 2025 menjadi Rp144,06 miliar atau melorot 47,6 persen dibandingkan setahun sebelumnya Rp274,8 miliar.

Pada level operasional di periode Januari-Desember 2025, FILM mencatatkan rugi usaha sebesar Rp163,95 miliar alias berbanding terbalik dari laba usaha Rp67,83 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, rugi sebelum pajak penghasilan tercatat Rp322,17 miliar, dari sebelumnya laba Rp50,6 miliar.

Dengan adanya manfaat pajak penghasilan (neto) di 2025 sebesar Rp7,06 miliar, maka rugi tahun berjalan yang dicatatkan FILM menjadi Rp315,11 miliar, dibanding laba tahun berjalan di 2024 mencapai Rp22,09 miliar. Adapun besaran yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di 2025 sebesar Rp257,02 miliar alias berbanding terbalik dengan setahun sebelumnya yang meraih laba bersih Rp37 miliar.

Akibat menderita rugi bersih Rp257,02 miliar, maka per 31 Desember 2025, emiten milik produser film Manoj Punjabi ini mengalami defisit saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp50,35 miliar dari sebelumnya surplus Rp206,67 miliar.

Per 31 Desember 2025, jumlah ekuitas FILM tercatat Rp3,18 triliun atau meningkat 17,4 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp2,71 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp561,98 miliar atau bisa ditekan hingga 54,1 persen (y-o-y), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek yang mencapai Rp538,73 miliar.

Hingga akhir Desember 2025, total aset mencapai Rp3,75 triliun atau mengalami penurunan 4,9 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp228,89 miliar alias anjlok 38,5 persen dibandingkan posisi di akhir Desember 2024 yang sebesar Rp372,09 miliar. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top