Omzet di 2025 Jeblok, Kinerja Bottom Line ADCP Berbalik Tekor Rp2,11 Triliun

adcp
PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) menderita rugi bersih mencapai Rp2,11 triliun atau berbading terbalik dengan kinerja area bottom line di Tahun Buku 2024 yang bisa meraih laba bersih Rp42,2 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan ADCP untuk periode yang berakhir 21 Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) ini hanya mempu membukukan pendapatan usaha Rp197,34 miliar alias anjlok 34,3 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp300,32 miliar.

Seiring dengan penurunan omzet tersebut, beban pokok pendapatan tercatat ikut menurun 28,5 persen (year-on-year) menjadi Rp148,69 miliar, sehingga laba bruto di sepanjang 2025 menjadi Rp48,65 miliar atau tersungkur 47,3 persen di bandingkan setahun sebelumnya Rp92,41 miliar.

Pada periode Januari-Desember 2025, emiten properti dan real estate ini mengalami rugi usaha Rp1,93 triliun atau berbanding terbalik dengan periode yang sama di 2024 yang meraup laba usaha Rp67,04 miliar. Sementara itu, rugi sebelum pajak penghasilan di 2025 tercatat Rp2,11 triliun, berbalik dari laba sebelum pajak Rp44,05 miliar di 2024.

Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp1,05 miliar, maka Adhi Commuter Properti mencatatkan rugi tahun berjalan sebesar Rp2,11 triliun, berbalik dari kondisi Tahun Buku 2024 yang masih bisa meraup laba tahun berjalan sebesar Rp42,2 miliar.

Adapun besaran rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp2,11 triliun atau berbanding terbalik dengan kinerja bottom line di sepanjang 2024 yang mampu membukukan laba bersih Rp42,2 miliar.

Dengan adanya rugi bersih Rp2,11 triliun tersebut, maka per 31 Desember 2025 perseroan menderita defisit saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp1,92 triliun, padahal per 31 Desember 2024 masih memiliki saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya senilai Rp192,06 miliar.

Per 31 Desembar 2025, jumlah ekuitas ADCP tercatat Rp417,72 miliar atau ambles 83,5 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp2,52 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas mencapai Rp4,63 triliun atau membengkak 3,9 persen (y-o-y) yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp2,69 triliun.

Per 31 Desember 2025, total aset sebesar Rp5,05 triliun atau melorot 27,7 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp28,18 miliar alias terperosok 20,4 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp35,4 miliar. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top