Rugi Bersih di 2025 Bengkak 6.127,5%, Adhi Karya Derita Defisit Rp3,62 Triliun  

adhi
PT Adhi Karya (Persero) Tbk – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menderita rugi bersih Rp5,4 triliun atau membengkak 6.127,5 persen (year-on-year), sehingga memicu defisit Rp3,62 triliun per 31 Desember 2025 atau berbanding terbalik dengan setahun sebelumnya yang mencatatkan saldo laba Rp1,86 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan ADHI untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten konstruksi di bawah kendali PT Danantara Asset Management (Persero) ini membukukan pendapatan usaha Rp9,67 triliun atau melorot 27,6 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp13,35 triliun.

Sejalan dengan penurunan revenue tersebut, beban pokok pendapatan ikut menurun 26,5 persen (year-on-year) menjadi Rp8,62 triliun, sehingga laba bruto di sepanjang 2025 menjadi Rp1,05 triliun atau terperosok 35,6 persen dibandingkan setahun sebelumnya Rp1,63 triliun.

Pada periode Januari-Desember 2025, emiten BUMN Karya ini hanya meraih laba usaha Rp179,49 miliar atau anjlok 74,4 persen (y-o-y). Pada tahun lalu, ADHI tercatat mengalami rugi sebelum pajak Rp5,62 triliun alias meroket 16.188,9 persen dibandingkan rugi sebelum pajak di 2024 senilai Rp34,49 miliar.

Lonjakan rugi sebelum pajak tersebut terutama disebabkan adanya tambahan tekanan dari pos beban lainnya yang melambung 1.078 persen menjadi Rp5,05 triliun dari Rp428,87 miliar. Selain itu, akibat perubahan kontribusi entitas asosiasi dari laba Rp2,37 miliar menjadi rugi Rp115,28 miliar.

Dengan adanya manfaat pajak penghasilan (neto) di 2025 sebesar Rp19,87 miliar, maka rugi tahun berjalan ADHI menjadi Rp5,6 triliun atau melambung 9.212,9  persen (y-o-y). Adapun besaran rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp5,4 triliun.

Akibat adanya rugi bersih Rp5,4 triliun tersebut, maka per 31 Desember 2025 perseroan mencatatkan defisit sebesar Rp3,62 triliun atau berbanding terbalik dibandingkan per 31 Desember 2024 yang masih memiliki saldo laba positif sebesar Rp1,86 triliun.

Per 31 Desember 2025, jumlah ekuitas ADHI tercatat Rp3,3 triliun atau melorot 63,3 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp8,97 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp25,5 triliun alias hanya bisa ditekan 0,7 persen dan masih didominasi kewajiban jangka pendek Rp19,46 triliun.

Per 31 Desember 2025, total aset emiten yang sahamnya dimiliki investor individu Salim Lim ini mencapai Rp28,79 triliun atau melorot 16,9 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp1,71 triliun alias anjlok 23,8 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 sebesar Rp2,24 triliun. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top