
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) menderita rugi bersih Rp250,86 miliar atau membengkak 377,4 persen dibandingkan dengan Tahun Buku 2024 yang mengalami rugi bersih senilai Rp52,56 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan COCO untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali Mahogany Global Investment Pte Ltd ini membukukan penjualan Rp165,08 miliar atau meningkat 2,5 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp161,09 miliar.
Namun demikian, beban pokok penjualan di sepanjang 2025 meningkat lebih tinggi sebesar 6,1 persen (year-on-year) menjadi Rp161,26 miliar, sehingga laba bruto COCO menjadi Rp3,82 miliar atau anjlok 57,8 persen dibandingkan sepanjang 2024 yang sebesar Rp9,05 miliar.
Pada periode Januari-Desember 2025, produsen cokelat milik Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait (Ara) ini menderita rugi usaha Rp230 miliar atau melambung 949,7 persen dari rugi usaha di periode yang sama 2024 senilai Rp21,91 miliar. Sementara itu, rugi sebelum pajak penghasilan tercatat Rp260,39 miliar atau meningkat 398,8 persen (y-o-y).
Dengan adanya manfaat pajak penghasilan (neto) di 2025 sebesar Rp9,53 miliar, maka rugi tahun berjalan COCO menjadi Rp250,86 miliar atau membengkak 377,4 persen (y-o-y). Adapun besaran rugi tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 juga sebesar Rp250,86 miliar.
Akibat rugi bersih sebesar Rp250,86 miliar tersebut, maka per 31 Desember 2025 perseroan mencatatkan saldo laba defisit yang belum ditentukan penggunaannya mencapai Rp322,54 miliar atau melonjak dibandingkan defisit per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp71,68 miliar.
Per 31 Desember 2025, jumlah ekuitas COCO tercatat Rp112,79 miliar atau meningkat 15 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp98,07 miliar. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp429,48 miliar atau membengkak 25,7 persen (y-o-y) dan masih didominasi kewajiban jangka pendek Rp226,09 miliar.
Per 31 Desember 2025, emiten yang sahamnya juga dimiliki investor individu Ir P Sudarto, Lee Yan Gwan dan Anthonio ini mencatatkan total aset Rp542,27 miliar atau naik 23,3 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan bank sebesar Rp88,84 miliar alias melonjak 3.398,7 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp2,54 miliar.
Jika mengacu pada cash flow di periode Januari-Desember 2025, lonjakan kas itu terutama dipengaruhi arus kas bersih yang didapat dari aktivitas pendanaan Rp66,28 miliar atau berbanding terbalik dengan 2024 yang mengeluarkan Rp58,95 miliar. Untuk aktivitas investasi, COCO meraih kas bersih Rp5,12 miliar alias berbalik positif dibandingkan setahun sebelumya menggunakan kas untuk investasi Rp16,32 miliar.
Namun pada aktivitas operasi, COCO justru mengeluarkan arus kas bersih mencapai Rp91,99 miliar atau mengalami kenaikan hingga 110,2 persen dibandingkan periode Januari-Desember 2024 yang senilai Rp43,77 miliar. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
