RMKO Banderol Rights Issue Rp350/Saham, Nilai Emisi Capai Rp160 Miliar

rmko

RollingStock.ID – PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) menetapkan harga pelaksanaan dalam aksi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PM-HMETD I) alias rights issue senilai Rp350 per saham, dengan target nilai emisi mencapai Rp160 miliar.

Berdasarkan Prospektus Ringkas RMKO yang diterbitkan di Jakarta, Selasa (14/4), emiten di bawah kendali PT RMK Investama ini akan menerbitkan 457.142.857 saham baru bernilai nominal Rp100 per lembar atau setara dengan 26,78 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah PM-HMETD I.

Sekadar mengingatkan, sebelumnya emiten jasa penunjang pertambangan batubara dan migas ini akan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 512 juta lembar bernilai nominal Rp100 per saham atau setara dengan maksimal 29,06 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD I.

Dengan penetapan harga pelaksanaan Rp350 per saham, maka pada rights issue ini RMKO bisa menghimpun dana investor mencapai Rp160 miliar (Rp159.999.999.950). Bertindak sebagai penasihat keuangan dalam aksi korporasi adalah PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM).

Dalam pelaksanaannya, setiap pemegang 175 saham yang namanya tercatat di Daftar Pemegang Saham (DPS) RMKO pada 18 Juni 2026 pukul 16.00 WIB, berhak atas 64 HMETD. Setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru.

Seperti diketahui, rencana rights issue ini sudah mendapatkan persetujuan melalui RUPS Luar Biasa yang digelar pada 8 April 2026. Adapun RMK Investama sebagai pemegang saham utama RMKO telah menyatakan untuk melaksanakan seluruh haknya sebanyak 308.564.114 HMETD senilai Rp108 miliar (Rp107.997.439.900).

Batas waktu terakhir pelaksanaan HMETD pada 2 Juli 2026, sehingga hak yang tidak dilaksanakan sesudah tanggal tersebut tidak berlaku lagi. Cum HMETD di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 15 Juni 2026, sedangkan ex HMETD di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 17 Juni 2026.

Cum di pasar tunai pada 18 Juni 2026 dan ex di pasar tunai pada 19 Juni 2026. Pencatatan untuk mendapatkan HMETD (recording date) pada 18 Juni 2025, pendistirbusian (Tanggal Emisi) pada 19 Juni 2026, pencatatan di BEI pada 22 Juni 2026, serta masa perdagangan dan pelaksanaan HMETD pada 22-26 Juni 2026.

Rencananya, dana hasil rights issue —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan RMKO sebagai modal kerja, termasuk biaya bahan bakar untuk kegiatan operasi alat-alat berat, pelumas, pembelian suku cadang alat berat dan pemeliharaan alat berat, kendaraan maupun mesin yang dimiliki emiten terafiliasi dengan PT RMKE Energy Tbk (RMKE) ini. (*)

Patut diketahui, saat ini RMKE juga berada di bawah kendali PT RMK Investama dengan kepemilikan sebesar 56,8 persen berdasarkan data BEI. Pemegang saham institusi lainnya di emiten pertambangan batubara ini adalah PT Asa Kapital Sejahtera, PT Mitra Investasi Gemilang, PT Alpha Investasi Asia, PT Bina Buana Kapital, PT Cipta Investa Indonesia, PT Global Multi Investasi dan PT Artha Dana Indonesia. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top