PYFA Minta Restu Rights Issue di Saat Kas Anjlok dan Defisit Membengkak 847,5%

pyfa
PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) menderita rugi bersih mencapai Rp379,67 miliar atau melonjak 15 persen (year-on-year), sehingga defisit per 31 Desember 2025 membengkak 847,5 persen (y-o-y) menjadi Rp424,47 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan PYFA untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali Rejuve Global Investment Pte Ltd ini membukukan pendapatan bersih Rp2,76 triliun atau meningkat 43,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 sebesar Rp1,92 triliun.

Sayangnya, beban pokok pendapatan di sepanjang 2025 melambung 57,3 persen (y-o-y) menjadi Rp2,18 triliun. Dengan demikian, laba bruto di Tahun Buku 2025 menjadi Rp583,14 miliar atau hanya bertumbuh 8,7 persen dibandingkan setahun sebelumnya Rp536,48 miliar.

Pada periode Januari-Desember 2025, emiten farmasi ini mencatatkan rugi usaha sebesar Rp217,2 miliar atau melonjak 103,2 persen dibandingkan periode Januari-Desember 2024 yang mengalai rugi usaha Rp106,88 miliar. Sepanjang 2025, rugi sebelum pajak Rp530,87 miliar membengkak 69,5 persen (y-o-y).

Dengan adanya manfaat pajak di 2025 sebesar Rp151,2 miliar, maka rugi tahun berjalan yang dicatatkan PYFA menjadi Rp379,67 miliar atau lebih tinggi 15 persen (y-o-y). Adapun besaran rugi tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp379,67 miliar alias meningkat melonjak 15 persen dibandingkan rugi bersih di 2024 senilai Rp330,25 miliar.

Akibat adanya rugi bersih Rp379,67 miliar tersebut, maka per 31 Desember 2025 perseroan mencatatkan defisit yang belum ditentukan penggunaannya mencapai Rp424,47 miliar atau membengkak 847,5 persen dibandingkan dengan defisit per 31 Desember 2024 yang senilai Rp44,8 miliar.

Per 31 Desember 2025, total ekuitas PYFA tercatat Rp985,18 miliar atau merosot 5,2 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp1,04 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas mencapai Rp5,79 triliun atau membengkak 21,3 persen dibandingkan akhir 2024 senilai Rp4,77 triliun.

Pada akhir Desember 2025, total aset emiten yang sahamnya juga dimiliki PT Aldiracita Sekuritas Indonesia ini sebesar Rp6,77 triliun atau meningkat 16,5 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp101,79 miliar alias anjlok 71,1 persen dibandingkan posisi di akhir Desember 2024 sebesar Rp351,86 miliar.

Di tengah penurunan kinerja keuangan tersebut, PYFA akan meminta restu investor melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) terkait rencana pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Telebih Dahulu (PM-HMETD) alias rights issue. Melalui aksi korporasi ini PYFA akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 5,7 miliar saham bernilai nominal Rp100 per lembar. Adapun RUPS akan digelar pada 22 April 2026 di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top