Pefindo Downgrade Peringkat ADCP Beserta Surat Utang Beredar ke Level idB

adcp
PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memutuskan untuk menurunkan peringkat PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) maupun Obligasi II yang beredar ke level idB (Single B) dari sebelumnya idBBB- (Triple B Minus), dengan prospek perusahaan dipertahankan pada level “Negatif”.

Berdasarkan hasil riset dua analis Pefindo, William Ardian Siregar dan Yogie Surya Perdana yang dikirimkan melalui surat elektronik, Rabu (22/4), tindakan pemeringkatan ini menindaklanjuti hasil Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) yang menyetujui ADCP untuk menunda pembayaran kupon Obligasi II yang jatuh tempo pada Mei 2026, Agustus 2026, November 2026, Februari 2027 dan Mei 2027.

William menyampaikan, anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk ini berencana untuk melunasi kupon yang ditunda tersebut pada saat jatuh tempo pokok Obligasi pada Mei 2027. “Penundaan pembayaran kupon ini mencerminkan profil bisnis ADCP yang melemah secara signifikan di tengah sentimen negatif berkepanjangan di sektor properti,” ujarnya.

Kondisi tersebut, kata dia, menyebabkan pemburukan profil keuangan ADHI Commuter Properti. “Kami menilai ADCP memiliki posisi likuiditas dan fleksibilitas pendanaan yang terbatas untuk memenuhi kewajiban keuangannya secara penuh dan tepat waktu,” tegas William.

Pada saat yang sama, Pefindo menegaskan peringkat idAAA(cg) untuk Obligasi III yang masih beredar, surat utang ini sepenuhnya dijamin Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF, idAAA/Stabil). Peringkat ini mencerminkan pasar captive ADCP dari pengguna jasa Light Rail Transit (LRT) dan kualitas aset yang baik.

Sayangnya, peringkat tersebut dibatasi ukuran-ukuran struktur permodalan yang sangat agresif dan posisi likuiditas yang ketat dan terbatasnya pendapatan berulang, serta paparan terhadap perubahan kondisi makroekonomi.

William mengatakan, ketidakmampuan ADCP dalam mengatasi kinerja operasional yang lemah dan tantangan likuiditas dalam waktu dekat dapat berdampak pada penurunan peringkat lebih jauh. “Namun, kami dapat meninjau peringkat dan prospek, apabila ADCP mampu mengatasi permasalahan terkait kewajiban keuangan yang jatuh tempo,” ucapnya.

Peringkat Obligasi III mencerminkan penjaminan penuh, tanpa syarat dan tidak dapat ditarik kembali dari CGIF berdasarkan perjanjian penjaminan dan kekuatan finansial CGIF yang superior. Peringkat ADCP dapat diturunkan, apabila peringkat penjamin diturunkan atau terdapat pelanggaran terhadap perjanjian penjaminan yang mengakibatkan berakhirnya penjaminan. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top