
RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan rugi bersih Rp144,71 miliar atau melonjak 65,6 persen (year-on-year), sehingga total defisit per 31 Desember 2026 meningkat menjadi Rp10,13 triliun dari Rp9,99 triliun per 31 Desember 2025.
Berdasarkan laporan keuangan WSBP untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) ini membukukan pendapatan usaha Rp395,1 miliar atau mengalami kenaikan tipis 0,1 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar Rp394,71 miliar.
Saat kinerja di area top line meningkat terbatas, beban pokok pendapatan di Kuartal I-2026 justru membengkak 8,9 persen (y-o-y) menjadi menjadi Rp345,71 miliar. Dengan demikian, laba bruto selama tiga bulan pertama di 2026 melorot 35,9 persen menjadi Rp49,39 miliar dari Rp77,11 miliar pada periode yang sama di 2025.
Tekanan tambahan pada kinerja operasioanal juga tercermin pada pos jumlah beban usaha di Kuartal I-2026 yang tercatat melonjak 20,5 persen (y-o-y) menjadi Rp116,76 miliar. Kondisi ini akhirnya mendorong rugi sebelum pajak di 1Q26 melebar menjadi Rp144,71 miliar dari Rp87,41 miliar alias melambung 65,6 persen.
Dengan beban pajak di Kuartal I-2026 yang tercatat nihil, maka selama tiga bulan pertama tahun ini WSBP mencatatkan rugi bersih periode berjalan yang sama dengan rugi sebelum pajak, yakni sebesar Rp144,71 miliar alias melonjak 65,6 persen dibandingkan Kuartal I-2025 senilai Rp87,41 miliar.
Akibat adanya rugi bersih Rp144,71 miliar tersebut, maka per 31 Maret 2026 jumlah defisit saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya mencapai Rp10,13 triliun atau mengalami kenaikan 1,4 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp9,99 triliun.
Per 31 Maret 2026, WSBP menderita defisiensi modal sebesar Rp2,11 triliun atau membengkak 7,4 persen dibandingkan ekuitas negatif per 31 Desember 2025 sebesar Rp1,97 triliun. Hingga akhir Maret 2026, total liabilitas sebesar Rp5,06 triliun atau meningkat 0,7 persen (year-to-date).
Hingga akhir Kuartal I-2026, total aset perseroan tercatat Rp2,95 triliun atau menurun 3,6 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp16,25 miliar alias ambles 73,6 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp61,56 miliar. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
