
RollingStock.ID – Pada penutupan perdagangan hari ini saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) berakhir di level 520 atau merangsek ke batas auto-rejection atas (ARA) alias melonjak 24,4 persen dibandingkan saat penutupan kemarin di posisi 418.
Saat pembukaan perdagangan Rabu (22/4) saham perusahaan milik Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau yang kerap disapa Ara ini melompat ke level 434 atau menguat 3,83 persen dan berlanjut menanjak hingga ke batas ARA di posisi 520. Perlu diketahui, per 15 April 2026 kepemilikan Ara di COCO mencapai 117.910.500 saham.
Penguatan saham emiten produsen cokelat ini terjadi setelah COCO mempublikasikan Prospektus terkait rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PM-HMETD) alias rights issue. Pada aksi korporasi ini, emiten di bawah kendali PT Mahogany Global Investment Pte Ltd ini akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 10.678.367.772 saham baru.
Jumlah saham baru yang akan diterbitkan itu setara dengan 75 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah PM-HMETD. Namun demikian, saat ini perseroan belum bisa mempublikasikan harga pelaksanaan rights issue yang memiliki rasio 1:3 tersebut. Sekadar mengingatkan, potensi dilusi pada aksi korporasi ini maksimal 75 persen.
Rencananya, HMETD akan diperdagangkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selama enam hari kerja atau selama kurun 10 Juli-17 Juli 2026. HMETD yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi. Jika setelah alokasi pemesanan saham tambahan masih terdapat sisa saham, maka saham tersebut tidak akan diterbitkan dari portepel.
Bersamaan dengan pelaksanaan rights issue, COCO juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.186.485.308 Waran Seri I atau maksimal 33,33 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh pada saat Pernyataan Pendaftaran dalam rangka PM-HMETD.
Untuk setiap sembilan saham baru hasil pelaksanaan HMETD, melekat satu Waran Seri I bagi pemegang HMETD yang melaksanakan haknya. Setiap pemegang satu waran berhak untuk membeli satu saham COCO. Harga pelaksanaan Waran Seri I juga belum dipublikasikan perseroan.
Manajemen COCO berharap, rencana rights issue ini bisa mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 26 Juni 2026. Sebelumnya, pada 17 April 2026 perseroan telah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS Tahunan) untuk menggelar aksi PM-HMETD. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
