
RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membukukan laba bersih Rp373,41 miliar atau meningkat 34,8 persen dibandingkan dengan capaian di Kuartal I-2025 yang sebesar Rp277,03 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan AALI untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini mencatatkan pendapatan bersih Rp7,5 triliun bertumbuh 6,8 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar Rp7,02 triliun.
Seiring dengan pertumbuhan revenue tersebut, beban pokok pendapatan tercatat meningkat 4,2 persen (year-on-year) menjadi Rp6,34 triliun. Dengan demikian, laba bruto emiten perkebunan kelapa sawit ini di Kuartal I-2026 menjadi Rp1,16 triliun atau melompat 24 persen dari Rp937,29 miliar pada Kuartal I-2025.
Pada periode Januari-Maret 2026, laba sebelum pajak penghasilan AALI mencapai Rp540,05 miliar atau melonjak 45,6 persen. Kenaikan signifikan ini terjadi di saat pos beban lain-lain (neto) membengkak 214,8 persen (y-o-y) menjadi Rp188,78 miliar, terutama dipicu kerugian perubahan nilai wajar aset biologis sebesar Rp187,05 miliar atau melambung 100,4 persen (y-o-y).
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 1Q26 sebesar Rp151,6 miliar, maka laba tahun berjalan AALI menjadi Rp388,4 miliar atau bertumbuh 36,3 persen (y-o-y). Adapun besaran laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 sebesar Rp373,41 miliar.
Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas AALI per 31 Maret 2026 tercatat Rp24,53 triliun atau bertumbuh 1,6 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp24,16 triliun. Hingga akhir Maret 2026, total liabilitas mencapai Rp3,36 triliun atau membengkak 16,3 persen (year-to-date), yang didominasi kewajiban jangka pendek sebesar Rp2,44 triliun.
Per 31 Maret 2026, total aset perseroan sebesar Rp27,89 triliun atau mengalami kenaikan 3,1 persen (year-to-date), dengan jumlah kas dan setara kas Rp4,7 triliun atau melonjak 70,7 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang senilai Rp2,76 triliun. Lonjakan kas ini terutama didorong arus kas yang didapat dari aktivitas operasi di 1Q26 sebesar Rp2,08 triliun, meskipun turun 10 persen (y-o-y). (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
