Bukukan Omzet 1Q26 Sebesar Rp5,88 Triliun, Laba Bersih MIDI Melejit 39,5%

midi
PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) – (Foto: Milva Sary)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama di 2026, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) membukukan laba bersih Rp265,57 miliar atau melejit 39,5 persen dibandingkan dengan capaian di Kuartal I-2025 senilai Rp190,38 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan MIDI untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, anak usaha PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) alias Alfamart ini mencatatkan pendapatan bersih Rp5,88 triliun atau bertumbuh 6,4 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar Rp5,52 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan kinerja di area top line tersebut, beban pokok pendapatan ikut meningkat 8,4 persen (year-on-year) menjadi Rp4,42 triliun, sehingga laba bruto di Kuartal I-2026 menjadi Rp1,46 triliun atau meningkat tipis 1 persen dibandingkan Kuartal I-2025 senilai Rp1,45 triliun.

Pada periode Januari-Maret 2026, laba usaha tercatat melonjak 40 persen (y-o-y) menjadi Rp343,1 miliar. Lonjakan ini terutama ditopang keberhasilan MIDI dalam menekan beban penjualan dan distribusi hingga 4,5 persen (y-o-y) menjadi Rp1,07 triliun, ditambah lagi dengan adanya penurunan beban umum dan administrasi.

Peningkatan laba usaha tersebut akhirnya mendorong laba sebelum pajak penghasilan badan di Kuartal I-2026 melambung 44,2 persen menjadi Rp332,72 miliar dibandingkan dengan laba sebelum pajak penghasilan yang dicatatkan emiten milik pengusaha Djoko Susanto ini di Kuartal I-2025 senilai Rp230,67 miliar.

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 1Q26 sebesar Rp67,15 miliar, maka laba periode berjalan menjadi Rp265,57 miliar alias melesat 53,3 persen (y-o-y). Adapun besaran laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 sebesar Rp265,57 miliar.

Dari sisi neraca, total ekuitas MIDI per 31 Maret 2026 tercatat Rp4,81 triliun atau bertumbuh 5,8 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp4,54 triliun. Hingga akhir Maret 2026, total liabilitas terpantau membengkak 5,9 persen (year-to-date) menjadi Rp4,86 triliun, yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp4,23 triliun.

Per 31 Maret 2026, total aset perseroan mencapai Rp9,67 triliun atau meningkat 5,9 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan bank sebesar Rp1,08 triliun atau melambung 88,1 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang hanya senilai Rp576,2 miliar.

Jika mengacu pada cash flow Alfamidi di periode Januari-Maret 2026, peningkatan kas tersebut tertutama didukung adanya arus kas bersih dari aktivitas operasi yang mencapai Rp781,69 miliar atau meningkat dibandingkan Januari-Maret 2025 yang sebesar Rp693,51 miliar. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top