Kenaikan Beban di 1Q26 Gerus Laba Bersih MYOH di Saat Pendapatan Relatif Stagnan

myoh
PT Samindo Resources Tbk (MYOH) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Pada Kuartal I-2026, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) membukukan laba bersih USD3,73 juta atau menurun 0,8 persen dibandingkan tiga bulan pertama di 2025 yang sebesar USD3,76 juta.

Berdasarkan laporan keuangan MYOH untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, pendapatan yang dicatatkan emiten jasa pertambangan batubara milik pengusaha Low Tuck Kwong ini relatif stagnan sebesar USD40,96 juta atau sedikit lebih rendah dibandingkan Kuartal I-2025 yang sebesar USD40,97 juta.

Di tengah penurunan revenue tersebut, beban pokok pendapatan justru membengkak 2,5 persen (year-on-year) menjadi USD33,51 juta, sehingga laba bruto emiten di bawah kendali ST International Corporation ini di Kuartal I-2026 melorot 10 persen menjadi USD7,45 juta dibandingkan Kuartal I-2025 sebesar USD8,28 juta.

Pada periode Januari-Maret 2026, emiten yang sahamnya dimiliki investor individu Engki Wibowo dan Jenny Quantero ini hanya membukukan laba sebelum pajak penghasilan USD4,87 juta atau menurun 2,5 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak penghasilan di periode yang sama 2025 sebesar USD4,99 juta.

Dengan adanya beban pajak penghasilan di 1Q26 sebesar USD1,12 juta, maka laba periode berjalan yang dicatatkan MYOH menjadi USD3,75 juta alias merosot 1,7 persen (y-o-y). Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 senilai USD3,73 juta atau menurun 0,8 persen (y-o-y)

Dari sisi neraca, jumlah ekuitas per 31 Maret 2026 tercatat USD184,43 juta atau bertumbuh 1,7 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar USD181,43 juta. Hingga akhir Maret 2026, total liabilitas sebesar USD38,39 juta atau bisa ditekan 13,6 persen (year-to-date), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek USD25,74 juta.

Per 31 Maret 2026, total aset perseroan mencapai USD222,81 juta atau menurun 1,3 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas USD61,38 juta alias melorot 11,8 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang sebesar USD69,55 juta. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top