
RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) membukukan laba bersih Rp92,72 miliar atau melejit hingga 34,6 persen dibandingkan capaian di Kuartal I-2025 yang senilai Rp68,89 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan DEWA untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Andhesti Tungkas Pratama ini mencatatkan pendapatan Rp1,55 triliun atau menurun 2,2 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar Rp1,58 triliun.
Beruntungnya, pada Kuartal I-2026 perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan hingga 4,3 persen (year-on-year) menjadi Rp1,28 triliun, sehingga laba bruto meningkat 8,9 persen menjadi Rp268,76 miliar dari Rp246,71 miliar pada Kuartal I-2025.
Pada periode Januari-Maret 2026, emiten yang sahamnya dimiliki investor individu Adam Gifari ini membukukan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp116,67 miliar atau merosot 9,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 sebesar Rp129,34 miliar.
Namun, beban pajak penghasilan (neto) yang dicatatkan DEWA di 1Q26 hanya Rp23,96 miliar atau menurun tajam 60,4 persen (y-o-y), sehingga mendorong laba periode berjalan menjadi Rp92,72 miliar alias melonjak 34,6 persen (y-o-y). Adapun besaran laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 sebesar Rp92,72 miliar atau melejit 34,6 persen (y-o-y).
Pada sisi neraca, jumlah ekuitas DEWA per 31 Maret 2026 tercatat Rp7,89 triliun atau melorot 8,1 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp8,59 triliun. Hingga Kuartal I-2026 total liabilitas sebesar Rp8,06 menurun tipis 1 persen (y-o-y).
Per 31 Maret 2026, total aset emiten milik PT CGS International Sekuritas Indonesia, PT BCA Sekuritas dan PT KB Valbury Sekuritas ini mencapai Rp15,95 triliun atau merosot 4,7 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp486,82 miliar atau anjlok 69,4 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang mencapai Rp1,59 triliun.
Apabila mengacu pada cash flow di periode Januari-Maret 2026, penurunan kas DEWA tersebut terutama akibat adanya arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Rp991,2 miliar. Ditambah lagi dengan arus kas yang didapat dari aktivitas operasi hanya Rp163,34 miliar atau ambles 73 persen (y-o-y). (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
