
RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT United Tractors Tbk (UNTR) hanya mampu membukukan laba bersih Rp642,76 miliar atau ambles 79,8 persen (year-on-year). Penurunan tajam ini terjadi seiring adanya kombinasi penurunan pendapatan, penyusutan margin dan kenaikan beban operasional, tercermin dari margin laba bersih merosot menjadi 2,3 persen.
Berdasarkan laporan keuangan UNTR untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Astra International Tbk (ASII) ini mencatatkan pendapatan bersih Rp28,55 triliun atau melorot 16,7 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 mencapai Rp34,26 triliun.
Kinerja negatif pada area top line tersebut terutama disebabkan pelemahan penjualan barang dan jasa kepada pihak ketiga. Penjualan barang ke pihak ketiga merosot 28 persen (y-o-y) menjadi Rp12,44 triliun, dipicu penurunan penjualan mesin konstruksi sebesar 33 persen (y-o-y) menjadi Rp6,56 triliun. Selain itu, penambangan emas dan mineral lainnya anjlok 76,5 persen (y-o-y) menjadi Rp691,63 miliar.
Selanjutnya, pendapatan jasa pihak ketiga di Kuartal I-2026 juga mengalami penurunan 8,3 persen (y-o-y) menjadi Rp13,11 triliun, terutama berasal dari kontraktor penambangan yang terkoreksi 7,2 persen (y-o-y) menjadi Rp11,7 triliun, serta jasa mesin konstruksi terperosok 16,5 persen (y-o-y) menjadi Rp935,35 miliar. Secara keseluruhan, jumlah penjualan barang tersungkur 23 persen (y-o-y) menjadi Rp15,25 triliun, sedangkan jumlah pendapatan jasa merosot 8 persen (y-o-y) menjadi Rp13,31 triliun.
Di tengah penurunan pendapatan bersih pada Kuartal I-2026 tersebut, UNTR cuma bisa menekan beban pokok pendapatan sebesar 12,7 persen (y-o-y) menjadi Rp23,73 triliun. Dengan demikian, laba bruto selama tiga bulan pertama tahun ini menjadi Rp4,83 triliun atau terjerembab 31,7 persen dibandingkan dengan Kuartal I-2025 yang mencapai Rp7,07 triliun.
Pada periode Januari-Maret 2026, laba sebelum pajak penghasilan yang dicatatkan emiten alat berat, pertambangan dan energi ini sebesar Rp1,31 triliun alias tersungkur 70,6 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar Rp4,47 triliun, dengan margin laba sebelum pajak menurun menjadi 4,6 persen dari sebelumnya 13,1 persen.
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 1Q26 sebesar Rp629,75 miliar, maka laba periode berjalan yang dicatatkan UNTR menjadi Rp685 miliar atau anjlok 79,2 persen (y-o-y). Adapun besaran laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 senilai Rp642,76 miliar alias ambles 79,8 persen dibandingkan laba bersih Kuartal I-2025 mencapai Rp3,19 triliun.
Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas UNTR per 31 Maret 2026 tercatat Rp101,24 triliun atau menurun 1,8 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp103,14 triliun. Hingga akhir Maret 2026, total liabilitas mencapai Rp81,25 triliun atau membengkak 9 persen (year-to-date), yang didominasi kewajban jangka pendek sebesar Rp57,11 triliun.
Per 31 Maret 2026, total aset perseroan sebesar Rp182,48 triliun atau mengalami kenaikan 2,7 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp20,56 triliun atau melorot 22,6 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp26,57 triliun. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
