
RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan laba bersih Rp3,41 triliun atau melonjak 59,9 persen (year-on-year), namun peningkatan kinerja bottom line ini diiringi kenaikan persediaan secara signifikan dan arus kas operasional yang berbalik negatif.
Berdasarkan laporan keuangan ANTM untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID ini mencatatkan pendapatan Rp29,32 triliun atau bertumbuh 12,1 persen dibandingkan Kuartal I-2025 sebesar Rp26,15 triliun.
Seiring dengan peningkatan revenue tersebut, beban pokok penjualan mengalami kenaikan 5,3 persen (y-o-y) menjadi Rp23,71 triliun. Dengan demikian, laba bruto selama tiga bulan pertama di 2026 menjadi Rp5,62 triliun atau melompat 54,5 persen dibandingkan Kuartal I-2025 senilai Rp3,64 triliun.
Pada periode Januari-Maret 2026, jumlah beban usaha ANTM tercatat meningkat 17,8 persen (y-o-y) menjadi Rp1,11 triliun, sehingga mendorong laba usaha menjadi Rp4,5 triliun atau melambung 67,3 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak di 1Q26 sebesar Rp4,78 triliun atau lebih tinggi 62,9 persen dibanding periode Januari-Maret 2025 senilai Rp2,93 triliun.
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 1Q26 sebesar Rp1,12 triliun, maka laba periode berjalan yang dicatatkan ANTM menjadi Rp3,66 triliun atau melesat 57,7 persen (y-o-y). Adapun besaran laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 sebesar Rp3,41 triliun alias melonjak 59,9 persen dibandingkan laba bersih Kuartal I-2025 senilai Rp2,13 triliun.
Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas ANTM per 31 Maret 2026 tercatat Rp40,41 triliun atau bertumbuh 10,4 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp36,6 triliun. Hingga akhir Maret 2026, total liabilitas sebesar Rp22,89 triliun atau membengkak 43,7 persen (year-to-date), yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp16,8 triliun.
Per 31 Maret 2026, total aset perseroan mencapai Rp63,3 triliun atau meningkat 20,5 persen (y-t-d), dengan jumlah persediaan (inventory) yang melambung 117,9 persen menjadi Rp16,85 triliun dari Rp7,73 triliun. Kenaikan persediaan ini terutama didorong persediaan emas dan perak yang meroket 168,4 persen (y-o-y) menjadi Rp14,22 triliun.
Hingga akhir Kuartal I-2026, mencatatkan kas dan setara kas sebesar Rp9,04 triliun atau bertumbuh 7,2 persen (y-t-d), namun arus kas dari aktivitas operasi berbalik dari positif Rp2,08 triliun menjadi negatif Rp3,15 triliun. Pada periode Januari-Maret 2026, ANTM mencatatkan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp349,66 miliar, padahal di periode yang sama 2025 bisa meraih arus kas invetasi Rp82,63 miliar.
Kenaikan kas dan setara kas ANTAM tersebut lebih ditopang arus kas bersih yang didapatkan dari aktivitas pendanaan sebesar Rp4,11 triliun, terutama berasal dari penerimaan pinjaman bank jangka pendek di periode Januari-Maret 2026 yang mencapai Rp8,92 triliun. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
