
RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) membukukan laba mencapai USD67,39 juta atau melesat 282,4 persen (year-on-year), namun lonjakan ini terjadi di tengah tekanan struktur keuangan dan kualitas arus kas.
Berdasarkan laporan keuangan MEDC untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Medco Daya Abadi Lestari ini mencatatkan pendapatan USD668,31 juta atau meningkat 19,2 persen dibandingkan Kuartal I-2025 sebesar USD560,47 juta.
Di tengah pertumbuhan revenue tersebut, beban pokok pendapatan dan biaya langsung membengkak 31,8 persen (y-o-y) menjadi USD436,57 juta. Dengan demikian, peningkatan beban yang agresif ini menahan ekspansi laba bruto di 1Q26 menjadi USD231,74 juta atau hanya bertumbuh 1,1 persen (y-o-y).
Pada Kuartal I-2026, laba sebelum pajak penghasilan dari operasi yang dilanjutkan tercatat USD149,73 juta atau melonjak 63 persen (y-o-y). Lonjakan ini lebih disebabkan adanya bagian laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama mencapai USD44,55 juta atau berbalik dari Kuartal I-2025 yang mencatatkan bagian rugi entitas asosiasi USD20,01 juta.
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 1Q26 sebesar USD77,76 juta, maka laba periode berjalan MedcoEnergi menjadi USD72,15 juta atau melambung 251,5 persen (y-o-y). Adapun besaran laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 sebesar USD67,39 juta atau melesat 282,4 persen dibandingkan laba bersih Kuartal I-2025 senilai USD17,62 juta.
Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas MEDC per 31 Maret 2026 tercatat USD2,41 miliar atau bertumbuh 2 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai USD2,36 miliar. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas sebesar USD5,87 miliar atau lebih rendah 2,3 persen (year-to-date).
Per 31 Maret 2026, total aset emiten yang sahamnya juga dimiliki PT Kemilau Investama makmur ini mencapai USD8,27 miliar atau menurun 1,1 persen. Struktur neraca ini sekaligus mencerminkan tingkat rasio utang terhadap ekuitas (DER) sebesar 2,4 kali atau menunjukkan leverage yang tetap tinggi dan sensitif terhadap perubahan siklus komoditas.
Hingga akhir Kuartal I-2026, kas dan setara kas yang dicatatkan MEDC tersisa USD533,9 juta atau merosot 6,2 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang sebesar USD569,11 juta. Penurunan kas ini disebabkan adanya arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi senilai USD105,77 juta dan pendanaan sebesar USD201,67 juta. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
