Laba Bersih AMRT di 1Q26 Naik 10,3% Saat Arus Kas Melemah & Liabilitas Bengkak

amrt
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membukukan laba bersih Rp1,08 triliun atau meningkat 10,3 persen (year-on-year), namun peningkatan ini dibayangi penurunan kualitas arus kas dan kenaikan liabilitas yang lebih agresif dibandingkan pertumbuhan ekuitas.

Berdasarkan laporan keuangan AMRT untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten perdagangan ritel milik pengusaha Djoko Susanto ini mencatatkan pendapatan bersih Rp35,24 triliun atau bertumbuh 7,5 persen dibandingkan Kuartal I-2025 senbesar Rp32,77 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan omzet tersebut, beban pokok pendapatan yang dicatatkan Alfamart ikut meningkat 7,7 persen (y-o-y) menjadi Rp27,57 triliun. Dengan demikian, laba bruto di Kuartal I-2026 mengalami kenaikan 7,1 persen menjadi Rp7,67 triliun dari Rp7,17 triliun pada Kuartal I-2025, sehingga mencerminkan ruang ekspansi margin yang terbatas.

Pada periode Januari-Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Sigmantara Alfindo ini membukukan laba usaha Rp1,44 triliun atau meningkat 14,5 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan selama tiga bulan pertama tahun ini sebesar Rp1,43 triliun atau bertumbuh 13,1 persen (y-o-y).

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 1Q26 sebesar Rp273,7 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan AMRT menjadi Rp1,14 triliun atau melompat 12,8 persen (y-o-y). Adapun besaran laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 sebesar Rp1,08 triliun atau meningkat 10,3 persen dibandingkan laba bersih Kuartal I-2025 senilai Rp975,12 miliar.

Dari sisi neraca, jumlah ekuitas AMRT per 31 Maret 2026 tercatat Rp19,91 triliun atau bertumbuh 2,7 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp19,38 triliun. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas mencapai Rp25,9 triliun atau membengkak 11,7 persen (year-to-date), yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp23,22 triliun.

Per 31 Maret 2026, total aset emiten yang sahamnya juga dimiliki Mitsubishi Corporation maupun YSW & Co Ltd ini tercatat Rp45,81 triliun atau mengalami kenaikan 7,6 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp6,21 triliun atau melompat 32,8 persen dibandingkan posisi per 3 Desember 2025 sebesar Rp4,68 triliun.

Namun dibalik kenaikan laba dan peningkatan kas dan setara kas tersebut di periode Januari-Maret 2026, AMRT justru mencatatkan penurunan arus kas bersih yang didapat dari aktivitas operasi menjadi Rp3,18 triliun dari Rp3,55 triliun pada Januari-Maret 2025. Kondisi ini bisa dibaca investor sebagai indikasi bahwa peningkatan laba tidak sepenuhnya diikuti perbaikan kualitas kas.

Selain itu, selama tiga bulan pertama di 2026, emiten milik investor individu bernama Jonathan Chang ini mencatatkan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp907,8 miliar. Alfamart juga mencatatkan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan di Kuartal I-2026 sebesar Rp740,79 miliar. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top