Pendapatan MITI di 1Q26 Anjlok 22,5%, Arus Kas Operasional Tercatat Negatif

miti
PT Mitra Investindo Tbk (MITI) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) hanya mampu membukukan pendapatan senilai Rp Rp41,87 miliar atau anjlok 22,5 persen dibandingkan capaian di Kuartal I-2025 sebesar Rp53,99 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan MITI untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, beban langsung yang dicatatkan perseroan bisa ditekan 29,6 persen (year-on-year) menjadi Rp28,19 miliar. Dengan demikian, laba bruto di 1Q26 bertumbuh 2 persen (y-o-y) menjadi Rp13,68 miliar.

Namun pada periode Januari-Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Prime Asia Capital ini hanya meraih laba usaha Rp1,13 miliar atau terperosok 26,9 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan senilai Rp2,16 miliar atau tersungkur 34,7 persen dibandingkan periode Januari-Maret 2025 yang sebesar Rp3,3 miliar.

Dengan adanya pajak penghasilan di 1Q26 sebesar Rp342,71 juta, maka laba periode berjalan yang dicatatkan MITI menjadi Rp1,63 miliar alias menurun 5,5 persen (y-o-y). Adapun besaran laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 sebesar Rp1,3 miliar atau lebih tinggi 53,8 persen (y-o-y).

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas MITI per 31 Maret 2026 tercatat Rp514,63 miliar atau bertumbuh tipis 0,3 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp513,01 miliar. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas sebesar Rp80,73 miliar atau membengkak 39,7 persen (year-to-date), yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp60,69 miliar.

Per 31 Maret 2026, total aset emiten yang sahamnya juga dimiliki PT Baruna Harmoni Investama dan PT Samala Serasi Utama ini mencapai Rp595,36 miliar atau meningkat 4,3 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp231,57 miliar alias mengalami kenaikan meningkat 3,7 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 senilai Rp223,31 miliar.

Apabila mengacu pada cash flow di periode Januari-Maret 2026, peningkatan kas tersebut lebih dipengaruhi adanya perimaan pinjaman bank jangka pendek Rp10 miliar dan pihak ketiga sebesar Rp7,12 miliar.

Namun di sisi lain, MITI mencatatkan arus bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp4,28 miliar atau berbanding terbalik dengan kondisi di periode Januari-Maret 2025 yang bisa membukukan arus kas bersih yang didapatkan dari aktivitas operasi sebesar Rp7,37 miliar. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top