Laba Bersih UNVR di 1Q26 Melonjak 73% Akibat Terkatrol Divestasi Bisnis Es Krim

unvr
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan laba bersih Rp2,14 triliun atau melonjak 73 persen (year-on-year), lantaran ditopang kontribusi dari divestasi bisnis es krim di tengah tekanan pada arus kas operasional.

Berdasarkan laporan keuangan UNVR untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali Unilever Indonesia Holding BV ini mencatatkan penjualan bersih Rp8,44 triliun atau meningkat terbatas 2,83 persen dibandingkan kuartal I-2025 sebesar Rp8,21 triliun.

Di tengah pertumbuhan moderat pada area top line tersebut, beban pokok penjualan UNVR di Kuartal I-2026 tercatat membengkak 3,19 persen (y-o-y) menjadi Rp4,37 triliun. Dengan demikian, laba bruto selama tiga bulan pertama tahun ini menjadi Rp4,07 triliun atau bertumbuh 2,44 persen (y-o-y).

Pada periode Januari-Maret 2026, laba usaha UNVR tercatat Rp1,56 triliun atau bertumbuh 9 persen (y-o-y), sedangkan laba dari operasi yang dilanjutkan sebesar Rp1,25 triliun atau meningkat 14,2 persen dibandingkan dengan periode Januari-Maret 2025 senilai Rp1,1 triliun.

Sepanjang Kuartal I-2026, UNVR berhasil membukukan laba bersih Rp2,14 triliun atau melonjak 73 persen dibandingkan Kuartal I-2025 sebesar Rp1,24 triliun. Namun, lonjakan kinerja bottom line ini sebagian besar ditopang faktor non-recurring dari operasi yang dihentikan, dengan kontribusi mencapai 41 persen terhadap total laba periode berjalan.

Seperti diketahui, pada 2024 perseroan telah mengalihkan bisnis es krim ke PT The Magnum Ice Cream Indonesia dengan nilai transaksi Rp7 triliun. Selanjutnya pada 2026, UNVR menyelesaikan penjualan merek di bawah Savoria kepada PT Savoria Kreasi Rasa dengan nilai transaksi Rp1,5 triliun.

Melalui transaksi tersebut, perseroan membukukan laba penjualan operasi yang dihentikan sebelum pajak sebesar Rp1,08 triliun dan laba setelah pajak sebesar Rp870,27 miliar. Adapun total laba dari operasi yang dihentikan mencapai Rp887,85 miliar atau meningkat signifikan dibandingkan Rp139,72 miliar pada Kuartal I-2025.

Sayangnya di tengah pertumbuhan laba di Kuartal I-2026 tersebut, UNVR mencatatkan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp753,5 miliar atau berbalik negatif dibandingkan Kuartal I-2025 yang mampu membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp1,1 triliun.

Per 31 Maret 2026, jumlah ekuitas UNVR tercatat Rp6,56 triliun atau melambung 46,6 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp4,48 triliun. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas sebesar Rp13,45 triliun atau bisa ditekan 13,4 persen (year-to-date), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek sebesar Rp12,15 triliun.

Hingga akhir Maret 2026, total aset perseroan mencapai Rp20,01 triliun atau menurun 0,05 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp5,4 atau merosot 5,3 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp5,71 triliun, akibat arus kas operasi yang negatif Rp753,5 miliar. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top