
RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) membukukan laba bersih Rp2,58 triliun atau meningkat 67,7 persen (year-on-year), lantaran ditopang pertumbuhan double digit di area top line.
Beradasarkan laporan keuangan CPIN untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Charoen Pokphand Indonesia Group ini mencatatkan penjualan bersih Rp19,95 triliun atau bertumbuh 12,7 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar Rp17,7 triliun.
Seiring dengan pertumbuhan revenue, beban pokok penjualan CPIN tercatat hanya meningkat 6,3 persen (year-on-year) menjadi Rp15,49 triliun. Dengan demikian, laba bruto di Kuartal I-2026 menjadi Rp4,46 triliun atau melambung 42,4 persen (y-o-y), dengan margin laba bruto mencapai 22,3 persen.
Pada periode Januari-Maret 2026, emiten poultry ini membukukan laba usaha sebesar Rp3,44 triliun atau melesat 63 persen (y-o-y), dengan margin laba usaha menguat menjadi 17,2 persen dari 11,9 persen. Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan tercatat Rp3,38 triliun melejit 69,4 persen (y-o-y).
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 1Q26 sebesar Rp801,63 miliar, maka laba periode berjalan yang dicatatkan CPIN menjadi Rp2,58 triliun alias melambung 67,6 persen (y-o-y). Adapun besaran laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 Rp2,58 triliun atau melonjak 67,7 persen dibandingkan laba bersih Kuartal I-2025 senilai Rp1,54 triliun.
Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas CPIN per 31 Maret 2026 tercatat Rp36,73 triliun atau bertumbuh 7,6 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp34,15 triliun. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas sebesar Rp11,75 triliun atau meningkat 0,4 persen (year-to-date), yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp7,21 triliun.
Per 31 Maret 2026, total aset emiten milik PT Leap Global Capital ini mencapai Rp48,48 triliun atau mengalami kenaikan 5,7 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp7,43 triliun alias melambung 66,6 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 senilai Rp4,46 triliun. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
