1Q26, INDS Derita Rugi Bersih Rp1,9 Miliar & Arus Kas Operasi Tercatat Negatif

inds3
PT Indospring Tbk (INDS) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Indospring Tbk (INDS) menderita rugi bersih Rp1,91 miliar atau berbanding terbalik dengan kondisi di Kuartal I-2025 yang bisa membukukan laba bersih Rp20,24 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan INDS untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Indoprima Gemilang ini mencatatkan penjualan bersih Rp849,15 miliar atau bertumbuh 9,7 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar Rp849,15 miliar.

Sayangnya, beban pokok penjualan di Kuartal I-2026 membengkak 14,8 persen (year-on-year)  menjadi Rp758,11 miliar, sehingga laba bruto INDS melorot 20,2 persen menjadi Rp91,04 miliar dari Rp114,06 miliar pada Kuartal I-2025.

Pada periode Januari-Maret 2026, emiten milik Swiss Life (Singapore) Pte Ltd ini hanya membukukan laba usaha Rp7,57 miliar alias anjlok 79,8 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak tercatat ambles 91,2 persen menjadi Rp3,02 miliar dari Rp34,46 miliar pada periode Januari-Maret 2025.

Dengan adanya beban pajak sebesar Rp732,83 juta, maka laba periode berjalan yang dibukukan INDS menjadi Rp2,28 miliar atau tersungkur 91 persen (y-o-y). Pada Kuartal I-2026, perseroan mencatatkan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,91 miliar atau berbanding terbalik dengan Kuartal I-2025 yang bisa meraih laba bersih Rp20,24 miliar.

Untuk periode Januari-Maret 2026, INDS mengatribusikan laba bersih kepada kepentingan non-pengendali atau bagian laba yang menjadi hak pemegang saham non-pengendali pada entitas anak tercatat sebesar Rp4,19 miliar atau lebih rendah 19,9 persen dibandingkan Kuartal I-2025 sebesar Rp5,23 miliar.

Pada sisi balance sheet, ekuitas INDS per 31 Maret 2026 tercatat Rp3,57 triliun atau meningkat tipis 0,2 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp3,57 triliun. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas sebesar Rp881,44 miliar atau bisa ditekan 1,5 persen (year-to-date), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek Rp638,7 miliar.

Per 31 Maret 2026, emiten yang sahamnya dimiliki PT Prima Graha Hiburan ini mencatatkan total aset yang relatif setabil di angka Rp4,46 triliun, dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp45,82 miliar alias melorot 17,8 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp55,76 miliar.

Apabila mengacu pada cash flow di Januari-Maret 2026, penurunan kas tersebut terutama dipengaruhi arus kas operasi berbalik negatif sebesar Rp19,42 miliar, padahal di periode yang sama 2025 perseroan bisa meraih arus kas bersih yang didapat dari aktivitas operasi sebesar Rp30,81 miliar. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top