Lonjakan Pendapatan IRSX di 1Q26 Dihantui Peningkatan Piutang Secara Agresif

PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) membukukan pendapatan Rp170,73 miliar atau melonjak 233,4 persen (year-on-year), namun kenaikan revenue ini belum sepenuhnya berubah menjadi arus kas, tercermin dari piutang usaha pihak ketiga yang membengkak 311,8 persen (y-o-y) menjadi Rp153,13 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan IRSX di periode yang berakhir 31 Maret 2026, penerimaan kas dari pelanggan tercatat Rp54,1 miliar atau jauh lebih rendah dibanding nilai pendapatan di Kuartal I-2026. Kondisi ini sekaligus mencerminkan lemahnya konversi pendapatan menjadi kas, sehingga memunculkan perhatian pada kualitas pendapatan.

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, emiten di bawah kendali PT Matra Tri Abadi ini mencatatkan beban pokok pendapatan Rp152,13 miliar atau meningkat 202,2 persen (y-o-y). Dengan demikian, laba bruto IRSX menjadi Rp18,61 miliar atau melesat 2.071,1 persen dibandingkan Kuartal I-2025 senilai Rp856,97 juta.

Pada periode Januari-Maret 2026, perseroan berhasil mencatatkan laba usaha Rp6,67 miliar atau berbanding terbalik dengan periode yang sama di 2025 yang menderita rugi usaha Rp642,30 juta. Laba sebelum pajak penghasilan di 1Q26 tercatat Rp6,76 miliar, berbalik dibanding 1Q25 yang mengalami rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp625,90 juta.

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 1Q26 sebesar Rp3,47 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan emiten milik Marla Angelina dan Tan Karyanto ini menjadi Rp3,29 miliar, berbalik dibanding kondisi di 1Q25 yang mencatatkan rugi tahun berjalan Rp629,76 juta.

Adapun besaran laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 sebesar Rp3,3 miliar alias berbanding terbalik dengan kinerja Kuartal I-2025 yang menderita rugi bersih sebesar Rp629,79 juta.

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas IRSX per 31 Maret 2026 tercatat Rp316,88 miliar atau bertumbuh tipis 0,5 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp315,36 miliar. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas mencapai Rp52,59 miliar alias membengkak 17,2 persen (year-to-date), yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp52,24 miliar.

Per 31 Maret 2026, emiten milik Aditya Hartawan dan Fransiska Diana Patrisia Valensia ini mencatatkan nilai utang pemegang saham mencapai Rp10,13 miliar atau meroket 1.742,5 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 yang hanya senilai Rp550 juta.

Hingga akhir Maret 2026, total aset IRSX sebesar Rp369,47 miliar atau meningkat 2,6 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan bank tersisa Rp99,49 miliar atau merosot 9,7 persen (y-t-d) dan persediaan tercatat menurun tajam 96,2 persen (y-t-d) menjadi Rp4,48 miliar.

Selain lonjakan piutang, perusahaan sektor teknologi ini mencatatkan kenaikan agresif pada aset tak berwujud (intangible asset) sebesar 244,1 persen (y-t-d) menjadi Rp31,12 miliar. Kenaikan ini sejalan dengan arus kas investasi untuk perolehan piranti lunak mencapai Rp22,23 miliar di Kuartal I-2026. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top