Usai Dicaplok Ruby Mining, KDTN Bakal Lego Semua Aset Senilai Rp113,5 Miliar

PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) berencana mengalihkan seluruh aset dan kegiatan usahanya senilai Rp113,5 miliar kepada PT Citra Nusantara Perkasa (CNP), sebagai bagian dari restrukturisasi besar setelah masuknya Ruby Mining Hongkong Limited sebagai calon pengendali baru perseroan.

Berdasarkan keterangan KDTN yang dirilis Rabu (13/5) di Bogor, Jawa Barat, langkah tersebut menyusul penandatanganan CSPA pada 22 April 2026 antara PT Putrasakti Mandiri, PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) dan PT Intan Perdana Sukses sebagai penjual dengan Ruby Mining Hongkong Limited sebagai pembeli atas 1.075.000.000 saham KDTN atau setara 86,039 persen.

Manajemen KDTN mengungkapkan, pasca pengambilalihan olehh Ruby Mining sebagai calon pengendali baru, perseroan akan melakukan restrukturisasi menyeluruh terhadap struktur aset dan kegiatan usaha. Rangkaian transaksi mencakup perubahan kegiatan usaha, pengalihan seluruh aset dan usaha perseroan, serta akuisisi PT Sherman Mineral Indonesia (SMI).

Lebih lanjut manajemen menyebutkan, pengalihan aset dilakukan untuk menyesuaikan arah bisnis KDTN dengan strategi Ruby Mining. Setelah transaksi efektif, perseroan akan beroperasi secara eksklusif sebagai perusahaan holding, sementara itu kegiatan operasional dijalankan melalui anak usaha.

Adapun objek transaksi berupa pengalihan seluruh aset dan usaha KDTN kepada CNP berdasarkan Perjanjian Pembelian Kembali Aset dan Usaha tertanggal 12 Mei 2026. Sebagai kompensasi, nantinya CNP wajib membayar kepada perseroan sebesar Rp113,5 miliar.

Penyelesaian transaksi itu mensyaratkan sejumlah prasyarat, seperti persetujuan Rapat Umum Pemegang saham Luar Biasa (RUPS-LB) dan RUPS Independen, serta seluruh karyawan KDTN efektif mengundurkan diri untuk kemudian dipekerjakan kembali di CNP yang merupakan perusahaan terafiliasi dengan perseroan.

Saat ini PT Putrasakti Mandiri dan PT Intan Perdana Sukses juga tercatat sebagai pemegang saham utama CNP. Selain itu terdapat kesamaan pengurus, antara lain Tjoea Aubintoro, Xaverius Nursalim, Rolf Bakri Pohan dan Irene Nursalim. Saham KDTN juga dimiliki sejumlah investor individu dengan kategori pemegang saham publik, yakni Yeping Huang, Caytreona Herzigova Tan dan Uni Pawitrasari.

Selain melepas seluruh aset dan bisnis hotelnya, KDTN juga berencana mengakuisisi 99 persen saham PT Sherman Mineral Indonesia senilai Rp93,06 miliar. Akuisisi ini dilakukan untuk menyelaraskan portofolio perseroan dengan fokus investasi Ruby Mining di sektor penunjang pertambangan.

Berdasarkan analisis KDTN, transaksi pengalihan aset memiliki nilai Rp113,5 miliar atau setara 166,5 persen dari ekuitas perseroan per 31 Desember 2025 yang senilai Rp68,17 miliar. Dengan demikian, transaksi tersebut dikategorikan sebagai transaksi yang bersifat material dan memerlukan persetujuan melalui RUPS Independen. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top