MESOP SSIA Picu Dilusi Kepemilikan Investor Eksisting Hingga 5%

ssia
PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 235.262.472 saham melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMT-HMETD) dalam rangka program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP).

Berdasarkan keterangan SSIA yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (14/5), saham baru yang akan diterbitkan perusahaan pengembang kawasan industri Subang Smartpolitan tersebut setara dengan 5 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Dengan demikian, aksi korporasi emiten yang terafiliasi dengan Djarum Group ini akan memicu dilusi kepemilikan investor lama sebesar 5 persen. Jika seluruh saham baru diterbitkan terserap peserta program MESOP, maka struktur kepemilikan pemegang saham eksisting akan mengalami penurunan secara proporsional.

Apabila mengacu pada simulasi proforma SSIA, porsi kepemilikan investor publik bisa menurun dari 53,79 persen menjadi 51,23 persen, termasuk kepemilikan investor individu Honky Harjo, Ungkoro Darmosusilo dan Ferry Sudjono. Kepemilikan pemegang saham institusi pun ikut tergerus, seperti PT Henan Putihrai Asset Management, PT Dwimuria Investama Andalan, TPIA hingga PT Gema Adhinusa Persada.

Selain potensi dilusi, skema MESOP tersebut juga membuka ruang penerbitan saham dengan harga pelaksanaan di bawah harga pasar. Manajemen SSIA menyampaikan, harga pelaksanaan saham baru akan ditetapkan paling sedikit 90 persen dari rata-rata harga penutupan saham selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum pengajuan pencatatan saham hasil MESOP.

Ketentuan itu menciptakan kemungkinan saham MESOP ditebus dengan diskon hingga 10 persen dibandingkan dengan rata-rata harga pasar acuan. Program ini ditujukan bagi manajemen dan karyawan kunci SSIA maupun grup usaha yang menempati posisi strategis. Penentuan peserta akan dilakukan berdasarkan kriteria dan persyaratan yang nantinya ditetapkan Komite Program MESOP.

Manajemen SSIA mengungkapkan, salah satu tujuan pelaksanaan MESOP untuk meningkatkan loyalitas, memberikan insentif dan mempertahankan manajemen maupun karyawan berprestasi. Selain itu, program ini juga dimaksudkan untuk menyelaraskan kepentingan peserta dengan pertumbuhan perseroan dalam jangka panjang.

Pada sisi lain, pelaksanaan MESOP bukan cuma berdampak pada struktur permodalan, tetapi juga memunculkan tambahan beban pada laporan keuangan. Manajemen menyatakan, pemberian hak opsi saham akan dicatat sebagai beban karyawan sesuai ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang berlaku. Maka, beban karyawan akan meningkat seiring pelaksanaan bertahap program MESOP.

Adapun dana dari pelaksanaan program MESOP akan dimanfaatkan untuk memperkuat permodalan dan mendukung pertumbuhan usaha SSIA maupun entitas anak. Rencana PMTHMETD dalam rangka MESOP ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham independen melalui RUPS Luar Biasa pada 19 Juni 2026. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top