Meski Omzet 1Q26 Merosot, Laba Bersih Gudang Garam (GGRM) Meroket 1.372,8%

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berhasil membukukan laba bersih Rp1,54 triliun atau meroket 1.372,8 persen dibandingkan dengan capaian di Kuartal I-2025 yang hanya Rp104,43 miliar. Lonjakan laba ini ditopang penurunan biaya pokok pendapatan dan beban usaha yang mendorong perbaikan profitabilitas perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan GGRM untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, perusahaan rokok di bawah kendali PT Suryaduta Investama ini mencatatkan pendapatan Rp20,11 triliun atau merosot 12,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 mencapai Rp23,07 triliun.

Namun di tengah penurunan omzet tersebut, GGRM mampu menekan biaya pokok pendapatan hingga 19,4 persen (year-on-year) menjadi Rp16,97 triliun. Penurunan pendapatan di 1Q26 ini terutama dipicu biaya pokok penjualan rokok dan kertas karton yang hanya Rp16,56 triliun dari Rp20,84 triliun.

Selain itu, komponen pita cukai, PPN dan pajak rokok di Kuartal I-2026 menurun 16 persen (y-o-y) menjadi Rp14,28 triliun, sedangkan total biaya produksi menyusut 13,8 persen (y-o-y) menjadi Rp2,98 triliun. Maka, laba bruto GGRM selama tiga bulan pertama tahun ini menjadi Rp3,14 triliun atau melonjak 56,6 persen (y-o-y).

Pada periode Januari-Maret 2026, laba usaha GGRM tercatat Rp2,02 triliun atau melambung melonjak 541,5 persen (y-o-y), terutama terkatrol penurunan beban usaha sebesar 34,8 persen menjadi Rp1,18 triliun dari Rp1,81 triliun pada periode Januari-Maret 2025. Di sisi lain, beban bunga pada Kuartal I-2026 tercatat menurun 97,6 persen (y-o-y) menjadi Rp2,94 miliar.

Dengan perbaikan kinerja operasional maupun penurunan beban bunga tersebut, maka laba sebelum pajak penghasilan yang dibukukan Gudang Garam di Kuartal I-2026 melambung 935,4 persen menjadi Rp2,02 triliun dibandingkan dengan laba sebelum pajak penghasilan di Kuartal I-2025 yang hanya senilai Rp195,11 miliar.

Akibat adanya beban pajak penghasilan di 1Q26 sebesar, laba periode berjalan yang dicatatkan GGRM menjadi Rp1,54 triliun atau melesat 1.329,9 persen (y-o-y). Adapun besaran laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 mencapai Rp1,54 triliun atau meroket 1.372,8 persen alias 14,7 kali lipat (y-o-y).

Dari sisi neraca, jumlah ekuitas GGRM per 31 Maret 2026 tercatat Rp64,11 triliun atau bertumbuh 2,5 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp62,57 triliun. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas sebesar Rp12,8 triliun atau meningkat 0,9 persen (year-to-date), yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp10,75 triliun.

Per 31 Maret 2026, total aset perusahaan milik Keluarga Wonowidjojo ini mencapai Rp76,91 triliun atau mengalami kenaikan 2,2 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp5,23 triliun atau melompat 44,8 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 senilai Rp3,61 triliun. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top