
RollingStock.ID – PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menargetkan pendapatan di sepanjang 2026 sebesar Rp3,21 triliun dan laba bersih tahun berjalan Rp200,3 miliar, seiring dengan optimisme perseroan terhadap prospek bisnis pertambangan, pengolahan kayu dan perhotelan pada tahun depan.
Berdasarkan keterangan resmi SINI yang dikutip Kamis (21/5), emiten milik taipan Prajogo Pangestu dan Hapsoro Sukmonohadi (Happy Hapsoro) ini membidik pendapatan untuk Tahun Buku 2026 sebesar Rp3,21 triliun atau meroket 500,3 persen dibandingkan dengan capaian di 2025 senilai Rp534,02 miliar.
Sementara itu, laba bersih tahun berjalan diproyeksikan berbalik positif menjadi Rp200,29 miliar, setelah di sepanjang 2025 perseroan menderita rugi bersih Rp41,21 miliar. Dengan demikian, SINI menargetkan perbaikan kinerja atau turnaround sekitar Rp241,5 miliar dari posisi rugi menjadi laba.
Manajemen SINI menyampaikan, laba bruto di sepanjang 2026 diperkirakan sebesar Rp329,98 miliar alias melonjak 236,4 persen (year-on-year). Posisi ekuitas per 31 Desember 2026 diproyeksikan masih mengalami defisiensi modal (ekuitas negatif) Rp540,22 miliar atau membaik dibandingkan negatif Rp687,42 miliar per 31 Desember 2025.
Sekadar informasi, hingga akhir Desember 2025 jumlah defisit saldo laba yang dicatatkan emiten terafiliasi dengan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melalui PT Kreasi Jasa Persada ini mencapai Rp78,27 miliar atau membengkak 123,4 persen menjadi dari posisi per 31 Desember 2024 yang mencatatkan akumulasi kerugian sebesar senilai Rp35,04 miliar.
Manajemen SINI menilai, prospek usaha pada 2026 dan tahun-tahun mendatang akan tetap positif, meski diwarnai ketidakpastian global. Perseroan memperkirakan ekonomi nasional tetap tumbuh di 5 persen, ditopang konsumsi domestik, hilirisasi industri dan peningkatan investasi yang dapat mendukung perkembangan sektor usaha utama SINI.
Pada segmen pertambangan batubara, emiten yang sahamnya dimiliki investor individu Susan Hioe dan Riyan Syahfikri ini menilai bahwa permintaan global tetap relatif tinggi, terutama dari negara berkembang di Asia yang mengandalkan batubara sebagai sumber energi dalam masa transisi. Manajemen SINI beranggapan, kondisi tersebut membuka peluang peningkatan volume produksi dari entitas anak.
Di sisi lain, industri pengolahan kayu dipandang memiliki prospek positif, karena kebutuhan produk kayu olahan untuk konstruksi dan furnitur. Sementara itu, bisnis perhotelan diestimasikan bakal terdorong pemulihan mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata.
Untuk mendukung ekspansi, manajemen SINI mengaku bahwa saat ini perseroan tengah menyiapkan aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PM-HMETD) aliasr rights issue melalui penerbitan maksimal 721,5 juta saham baru. Selain itu, perseroan juga berencana untuk mengakuisisi 99,995 persen saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) yang dimiliki PT Petrosea Tbk (PTRO). (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
